Dukung Pemulihan, Pertamina Bantu Perajin Tenun Desa Adat Sade Kembali Berkarya

Lombok Tengah, 10 Oktober 2026 – PT Pertamina (Persero) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menyalurkan bantuan bagi para perajin tenun di Desa Adat Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Bantuan ini diberikan untuk mendukung pemulihan ekonomi warga pasca-kebakaran yang melanda kampung adat tersebut pada Agustus 2026 lalu.

Bantuan yang disalurkan meliputi alat tenun, bahan baku benang, serta pelatihan keterampilan bagi para perajin. Program ini menyasar sekitar 50 perajin tenun yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga di Desa Sade.

Sade dan Tradisi Tenun yang Nyaris Padam

Desa Adat Sade dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Lombok. Selain rumah adatnya yang unik, Sade juga terkenal dengan kain tenun khasnya yang dibuat secara tradisional oleh para perempuan. Tenun bukan sekadar produk ekonomi, tetapi juga bagian dari identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Kebakaran hebat pada 22 Agustus 2026 lalu menghanguskan ratusan rumah adat dan fasilitas umum. Tidak hanya tempat tinggal, alat tenun dan bahan baku milik warga juga ikut terbakar. Sejak saat itu, aktivitas menenun di Sade nyaris terhenti.

“Kami kehilangan hampir semua alat tenun. Bahan baku juga habis. Selama ini kami hanya bisa pasrah,” ujar salah satu perajin, Nurhayati.

Pertamina Hadir untuk Pemulihan

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, mengatakan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pemulihan masyarakat di wilayah yang terdampak bencana.

“Kami melihat bahwa tenun bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal martabat dan budaya. Kami ingin memastikan para perajin bisa kembali berkarya,” ujar Fadjar dalam keterangannya di Lombok, Jumat (9/10/2026).

Fadjar menjelaskan bahwa bantuan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga dirancang untuk mendukung keberlanjutan usaha. Pertamina menggandeng perancang busana dan pelaku pasar untuk membantu memasarkan produk tenun Sade ke pasar yang lebih luas.

“Kami tidak hanya memberi alat, tetapi juga membuka akses pasar. Ini agar mereka tidak hanya pulih, tetapi juga bangkit lebih kuat,” tambahnya.

Pelatihan dan Pendampingan

Selain bantuan fisik, Pertamina menggelar pelatihan desain dan pemasaran digital bagi para perajin. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran, terutama melalui platform digital.

“Saya baru belajar jualan lewat internet. Ternyata bisa sampai ke luar daerah. Ini sangat membantu,” ujar Siti, perajin muda di Sade.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari, melibatkan instruktur dari kalangan akademisi dan praktisi industri kreatif. Para peserta diajarkan mulai dari teknik pewarnaan alami, desain motif kontemporer, hingga fotografi produk untuk keperluan pemasaran online.

Harapan Warga

Warga Sade menyambut baik bantuan ini. Mereka berharap program serupa dapat terus berjalan, tidak hanya berhenti pada tahap awal pemulihan.

“Kami sangat berterima kasih. Semoga ini menjadi awal kebangkitan kami. Kami ingin tenun Sade kembali dikenal,” ujar Kepala Desa Adat Sade.

Pertamina memastikan akan terus mendampingi warga Sade dalam proses pemulihan. Perusahaan juga berkomitmen untuk melibatkan Sade dalam berbagai program pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan.


Jakarta, 10 Oktober 2026
Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru