Jakarta, IndonesiaVisioner,-– Mantan Wasekjen Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) periode 2002-2004 Ahmad Yohan yang kini menjabat Sekretaris Jenderal DPP BM-PAN, menyorot permintaan maaf Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada HMI ihwal statemen tidak terpuji yang dilakukan mantan staf Ahli BIN itu dengan memfitnah HMI beberapa waktu lalu di tv one.
Menurut Yohan, mestinya Saut lebih menggunakan otak dan hatinya sebelum memberikan statemen di ruang publik. Kesalahan melakukan korupsi, tidak hanya dilakukan individu alumni HMI, tapi juga beberapa individu alumni OKP. Dan tak elok bila Saut membawa-bawa nama dan perkaderan OKP. Itu kelalaian individu.
Dengan menggeneralisasi kader HMI jahat dan korup, artinya tak ada lagi orang baik di HMI. Ini praktek kotor operasi intelejen untuk merusak OKP Islam. Saut harus sadar dari ingatannya, bahwa ia wakil ketua KPK, bukan lagi di BIN. Yohan katakan, kader HMI ini jumlahnya ratusan ribu, tersebar di seluruh Indonesia, dengan beragam profesi, jadi jahat kalau Saut melakukan generalisasi.
Melalui keterangan persnya, Yohan katakan; “kalau Saut tidak paham kurikulum perkaderan HMI, sebaiknya jangan mambuat statemen sok tahu. Kurikulum dan jenjang perkaderan HMI itu sekolah kepemimpinan yang mengajarkan kader-kader HMI memimiliki wawasan keislaman, kemahasiswaan dan keindonesiaan. Pernyataan Saut itu, seakan-akan perkaderan HMI mengajarkan watak korup dan jahat pada kadernya. Apa Saut sudah pernah membaca kurikulum perkaderan HMI? Demikian tanya Yohan melalui pesan singkatnya di Jakarta (10/5/2016)
Terkait Permintaan maaf Saut ke HMI, Wasekjen DPP PAN ini pun menanggapinya; HMI dan alumni tetap memaafkan Saut, tapi proses hukum tetap berjalan. Ini pelajaran buat Saut, agar menjadi pejabat itu tak cuma menjabat dan berstatemen, tapi juga menggunakan kaida-kaidah etika dan akal sehat dalam melakukan komunikasi publik.
“Saya sarankan Saut kursus etika komunikasi publik.” Yohan pertanyakan apa motifasi Saut menjadikan perkaderan HMI sebagai contoh? Siapa Saut? HMI sudah berjuang demi bangsa ini sejak tahun 1947, apa yang sudah diberikan Saut pada bangsa ini? Demikian pungkas Yohan. (MR. Vis)






