Jakarta – Mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa dirinya menelepon presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Mohammad Bin Zayed (MBZ) terkait kondisi perang Timur Tengah.
Dalam percakapan tersebut, Jokowi bertanya kepada MBZ soal kapan perang, yang masih berlangsung hingga saat ini, akan berakhir.
“Saya telepon saat perang baru tiga hari, saya telepon kakak saya di UEA Yang Mulia MBZ, saya tanya ‘Yang Mulia, kapan perangnya selesai?’. Dijawab ‘enggak pasti dan enggak jelas’,” kata Jokowi dalam pidatonya dalam sebuah acara Anniversary Youtuber Nusantara ke-1 di Solo, dikutip Minggu (5/4/2026).
Dalam percakapan itu, Jokowi juga mengaku bertanya mengenai fluktuasi harga minyak sebagai komoditas yang paling terpengaruh dari perang tersebut.
Namun, kata dia, MBZ lagi-lagi menjawab dengan sebuah ketidakpastian. Kalkulas perhitungan tersebut, kata Jokowi, terbilang memang cukup rumit.
Jokowi juga mengaku turut menghubungi salah satu menteri UEA untuk bertanya isu serupa. Namun, lanjut dia, lagi-lagi masih tidak menemui titik terang.
“Mereka, yang sudah di dalam lingkaran perang saja tidak bisa memperkirakan, apalagi kita yang ada di sini. Sangat sulit memperkirakan, memprediksi kapan perang selesai dan kapan harga minyak kembali normal lagi,” tutur dia.
“Kita berdoa agar APBN [Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara] kita kuat menghadapi goncangan-goncangan yang tidak jelas seperti yang kita alami sekarang ini.”






