Rusia, 3 September 2026 – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan komitmennya untuk memperkuat kerja sama di bidang energi nuklir dengan Indonesia dalam pertemuan bilateral dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Pertemuan tersebut juga membahas potensi besar kerja sama di berbagai sektor lainnya.
Putin menyatakan bahwa proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) skala kecil menjadi salah satu agenda utama yang dibahas. “Kami sedang membahas proyek pembangkit listrik tenaga nuklir skala kecil, dengan kapasitas antara 50 hingga 200 MW, di Indonesia,” ujar Putin.
Fokus pada Teknologi Nuklir dan Sumber Daya
Presiden Putin menekankan pentingnya pengembangan tenaga nuklir sebagai bagian dari transisi energi global, serta sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat di Indonesia. “Kerja sama dengan Rusia di bidang ini diharapkan dapat membawa transfer teknologi dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia Indonesia,” ujarnya.
Selain nuklir, Putin juga menyoroti potensi kerja sama di sektor sumber daya mineral dan penerbangan. “Kami memiliki banyak proyek yang sangat menjanjikan,” ujarnya, merujuk pada kesepakatan yang telah dicapai dalam pertemuan-pertemuan sebelumnya. “Saya berharap pada tahun 2027, kerja sama kita dapat mencapai tingkat baru”
Prabowo: Kerja Sama untuk Kemakmuran
Presiden Prabowo menyambut baik komitmen Rusia dan menyatakan bahwa kerja sama ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk mencapai kemandirian energi dan memperkuat sektor industri nasional . Prabowo menekankan bahwa Indonesia berkomitmen untuk memanfaatkan teknologi nuklir untuk tujuan damai dan pembangunan berkelanjutan.
Indonesia dan Rusia telah lama menjalin hubungan yang erat di berbagai bidang, termasuk energi, pertahanan, dan ekonomi. Pertemuan ini menjadi kelanjutan dari serangkaian pertemuan sebelumnya antara kedua pemimpin. Kunjungan Prabowo ke Vladivostok diharapkan dapat membuka peluang baru bagi investasi dan transfer teknologi antara kedua negara . Pertemuan ini juga menjadi bukti komitmen berkelanjutan kedua pemimpin untuk memperkuat hubungan bilateral di tengah dinamika geopolitik global.






