Viral Pertalite Bercampur Pasir di Sumbar, Pertamina Uji 6 SPBU: Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Panik

Jakarta – Isu dugaan Pertalite bercampur pasir atau semen yang menyebabkan kendaraan mogok di Sumatera Barat viral di media sosial sejak akhir pekan lalu. PT Pertamina Patra Niaga bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat dengan melakukan pemeriksaan dan pengujian kualitas Pertalite di enam SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, menyatakan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kualitas produk yang disalurkan kepada masyarakat. Berdasarkan sampling dan pengujian awal, tidak ditemukan campuran air dalam sampel Pertalite yang diperiksa, dan nilai densitas produk masih berada dalam rentang spesifikasi yang ditetapkan .

Direktur Gagas Nusantara, Romadhon Jasn, mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan dan tetap tenang menunggu hasil uji laboratorium yang tengah berlangsung.

“Kami memahami keresahan masyarakat, terutama mereka yang kendaraannya mengalami masalah. Namun kepanikan berlebihan tidak akan menyelesaikan persoalan. Pertamina telah bergerak cepat dengan mengambil sampel dan menguji di Lemigas. Mari kita beri ruang agar proses ini berjalan objektif,” ujar Romadhon dalam pernyataannya, Senin (28/9/2026) di Jakarta.

Enam SPBU yang diperiksa masing-masing SPBU 14.251.519 Sawahan, SPBU 14.252.521 Ranah, dan SPBU 14.252.582 Jati di Kota Padang, serta SPBU 14.264.566, SPBU 13.261.073, dan SPBU 14.261.532 di Kabupaten Agam. Sampel dari keenam SPBU tersebut diuji oleh Tim Pengendali Kualitas dan Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung serta Lemigas, badan pengujian bahan bakar di bawah Kementerian ESDM .

Keluhan masyarakat memang cukup beragam. Seorang pengemudi travel rute Padang-Bengkulu mengaku mobilnya mogok dua kali setelah mengisi Pertalite dan harus mengeluarkan biaya perbaikan hingga Rp2 juta. Di Dharmasraya, sebuah bengkel menerima 17 mobil dalam sepekan dengan keluhan serupa, ditemukan endapan putih keabu-abuan di dalam tangki bahan bakar .

Romadhon menambahkan bahwa pengujian lanjutan di Lemigas menjadi kunci untuk mendapatkan jawaban yang valid. “Jika benar ada penyimpangan kualitas, Pertamina harus memberikan sanksi tegas kepada SPBU yang terbukti melanggar. Namun jika hasilnya sesuai spesifikasi, masyarakat juga perlu mendapatkan penjelasan yang transparan agar tidak ada lagi spekulasi liar,” jelasnya.

Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya menjaga kualitas BBM mulai dari proses penerimaan, penyimpanan, hingga penyaluran. Masyarakat yang mengalami kendala dapat menyampaikan laporan langsung ke SPBU tempat terakhir mengisi BBM atau melalui Pertamina Contact Center 135 . Proses pemeriksaan akan dilakukan secara bertahap dan hasilnya disampaikan berdasarkan pengujian di lapangan.

Romadhon menutup dengan pesan bijak. “Kami mendorong Pertamina untuk terus transparan dan komunikatif dalam menyampaikan hasil uji. Masyarakat juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari kita kawal bersama agar persoalan ini diselesaikan dengan data dan fakta, bukan asumsi,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru