Jokowi Tak Lagi Beri Sinyal Optimistis Prabowo-Gibran Dua Periode

Jakarta, 9 Oktober 2026 – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) memberikan jawaban yang berbeda ketika ditanya soal dukungannya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk dua periode pada Pilpres 2029. Jika sebelumnya Jokowi secara terbuka menyerukan dukungan dua periode kepada para relawan, kini ia memilih untuk tidak memberikan sinyal optimistis.

“Pemilu masih jauh,” kata Jokowi di kediamannya di Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2026) .

Ketika dicecar kembali, Jokowi tetap menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan semua pihak masih bekerja untuk rakyat. “Masih jauh 2029, semuanya kerja dulu, entah kerja politik, entah kerja di pemerintahan, kerja untuk rakyatlah semuanya,” ucapnya .

Berbeda dari Pernyataan Sebelumnya

Pernyataan Jokowi kali ini berbeda dengan sikapnya pada September 2025. Kala itu, Jokowi secara tegas mengungkapkan dirinya memerintahkan relawan Bara JP untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode.

“Sejak awal saya sampaikan kepada seluruh relawan untuk itu,” kata Jokowi saat itu .

Bahkan dalam wawancara dengan TEMPO pada Agustus 2026, Jokowi masih menyatakan harapannya agar Prabowo-Gibran maju dua periode. “Iya, seperti yang sudah saya sampaikan,” ujarnya, dengan embel-embel “kalau diajak” .

Respons PSI: Dukungan Tidak Berubah

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai jawaban Jokowi yang hanya menyebut “pemilu masih jauh” tidak menghapus pernyataan dukungan yang pernah dilontarkan sebelumnya. Ketua DPP PSI Bestari Barus menegaskan bahwa pihaknya maupun Jokowi tetap mendukung Prabowo-Gibran dua periode.

“Iya, pemilu masih jauh itu kan tidak kemudian menggugurkan apa yang disampaikan Pak Jokowi bahwa pengawal Prabowo-Gibran bahkan sampai dua periode,” kata Bestari .

“Yang jelas, manalah mungkin kami tidak mendukung Prabowo-Gibran dua periode. Walaupun pemilunya masih jauh. Sebagai pendukung yang dari awal,” tambahnya .

Respons Golkar: Fokus Saat Ini

Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, menegaskan bahwa partainya sudah memiliki sikap mendukung Prabowo Subianto untuk 2029. Namun, untuk siapa wakilnya, Golkar belum membicarakannya.

“Ya sejak tahun akhir 2024, standing position Golkar kan jelas, bahwa kami menghadapi Pilpres tahun 2029, kami sudah punya calon namanya Pak Prabowo,” kata Sarmuji .

Ia menambahkan bahwa penentuan cawapres akan diputuskan menjelang pendaftaran calon dan biasanya dibicarakan dengan partai pengusung. “Kan nggak mungkin kalau kami sekarang mencalonkan Pak Prabowo, di mana dalam situasi sekarang kita semua fokus untuk melaksanakan, menjalankan pemerintahan ini,” ujarnya .

Konteks Pertemuan dengan Prabowo

Pernyataan Jokowi ini muncul setelah pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (6/10/2026) malam. Pertemuan berlangsung selama dua jam, dari pukul 19.00 hingga 21.00 WIB .

Ajudan Jokowi, AKBP Syarif Fitriansyah, memastikan pertemuan tersebut tidak membahas putusan MK terkait ijazah Gibran. “Tidak ada pembahasan mengenai putusan MK terkait ijazah Mas Gibran,” ujarnya .

Jokowi sendiri mengungkapkan bahwa pertemuan itu banyak membahas kemenangan Timnas Indonesia, ekonomi, dan politik. “Membahas kemenangan bola. Berbicara mengenai bola, juga mengenai ekonomi dan politik,” ucapnya .

Ketika ditanya apakah pertemuan tersebut membahas persiapan Pemilu 2029 untuk Gibran, Jokowi kembali menegaskan bahwa Pemilu 2029 masih jauh. “Masih jauh 2029. Semuanya kerja dulu. Entah kerja politik, entah kerja pemerintahan. Kerja untuk rakyatlah semuanya,” paparnya .


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru