Visioner.id Jakarta– Ketua Umum PB Himpunan Mahasiswa Islam Mulyadi P Tamsir, membantah anggotanya terlibat dalam kericuhan di depan istana negara. Menurut dia menjelang berakhirnya unjuk rasa, posisi massa HMI berada di bagian paling depan dan akan mundur menunggu masa bagian belakang membubarkan diri.
“Posisi kami berada di bagian paling depan, di belakang kami ada massa. Kami maju tidak bisa, mundur tidak bisa. Saya bilang ke teman-teman untuk tenang dulu,” kata Mulyadi melalui siaran pers, Jakarta, Jumat (4/10/2016)
Mulyadi menambahkan tiba-tiba ada orang beratribut putih-putih terlibat ribut dengan polisi. Ia tidak mengetahui dari mana asalnya masa tersebut.
“Saya juga bingung kenapa kemudian terjadi (ribut). Saya pastikan bukan massa HMI (yang terlibat ricuh),” ujar Mulyadi.
Sebelumnya diberitakan kericuhan pecah di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat malam, 4 November 2016. Penyebab kericuhan dimulai adanya petasan yang meletus ditengah massa demonstran.
Diduga sekelompok provokator ingin merusak aksi damai. (Vis/Jo)






