Jakarta, 23 Juni 2017
Telah terbukti harga pangan menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Lebaran 2017 ternyata stabil. Hal itu tidak lepas dari peran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama sejumlah menteri membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan. Satgas dipimpin oleh Irjen Pol Setyo Wasisto.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika awal pembentukan di awal bulan kemarin menyatatakan bahwa Satgas tersebut akan melakukan pengawasan harga pangan di pasar-pasar dan akan dievaluasi hasilnya pada tiap dua pekan. “Selain melakukan pengawasan harga dan ketersediaan sembako, satgas juga bertugas melakukan penegakan hukum terhadap kartel dan mafia pangan,” kata Tito kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/5) siang.
Menurut Kapolri, selain di tingkat pusat, di tingkat daerah pun juga dibentuk Satgas Pangan Polda bersama sejumlah dinas terkait, yakni Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan. Satgas Pangan Polda dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda.
Koordinasi antarlembaga dan pembentukan satgas tersebut merupakan perwujudan dari perintah Presiden Joko Widodo yang meminta sejumlah menterinya dan istitusi Polri agar menstabilkan harga sembako. “Keberhasilan pemerintah hari ini tak lepas dari kompetensi peran Polri dibawah kepemimpinan Jendral PolTito Karnavian yang mampu memaksimalkan peran kepolisian” ungkap Kahfi.
Keberhasilan Kapolri mampu bersinergi dengan jajaran kementrian yakni, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo, Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti dan Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) patut kita apresiasi. Dan bisa kita lihat hari ini harga pangan menjelang lebaran masih stabil.

Sekjen Permahi, Azhar Kahfi juga menyorot keberhasilan ini dikarenakan Polri berhasil melakukan monitoring dan pengawasannya. Pembentukan satgas sampai tingkat daerah berhasil berkordinasi dengan dinas terkait. Untuk memastikan kebutuhan pangan tercukupi, satgas mampu melakukan peran pengawasan sampai penindakan hukum terhadap pelaku pasar yang nakal. “Ini sebuah prestasi yang harus dipertahankan dan dilanjutkan” sambung Kahfi yang juga alumni PBHMI (Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam). (Zha/vis)






