Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Densus 88 Tangkap Fasilitator Teroris di Bogor, Ancaman Radikalisme Masih Nyata

by Visioner Indonesia
Juli 21, 2025
in HUKUM
Reading Time: 2min read
0
SHARES
28
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bogor, — Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri kembali menunjukkan ketegasannya dalam upaya pemberantasan terorisme. Seorang terduga teroris berinisial Y ditangkap dalam operasi senyap di Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jumat dini hari. Penangkapan ini kembali membuktikan bahwa jaringan radikal masih bergerak secara laten di sejumlah wilayah.

Operasi yang berlangsung pukul 05.04 WIB itu dilakukan dengan cepat dan minim sorotan, sesuai dengan karakteristik operasi intelijen. Lokasi penangkapan yang berada di kawasan semi-perdesaan menjadi indikasi bahwa strategi persembunyian kelompok teror kini semakin canggih, memanfaatkan celah geografis yang sulit terdeteksi.

Juru Bicara Densus 88, AKBP Mayndra Eka Wardhana, menjelaskan bahwa Y memiliki peran strategis sebagai fasilitator logistik dan komunikasi internal jaringan. Peran seperti ini kerap luput dari perhatian publik, padahal krusial dalam menjaga keberlanjutan gerak kelompok teror.

Penangkapan ini menunjukkan bahwa kerja aparat tidak boleh berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat luas. Perlu sinergi antara negara dan rakyat dalam membangun pertahanan terhadap paham radikal yang mengancam persatuan, tegas Romadhon Jasn, Ketua Jaringan Aktivis Nusantara (JAN) dalam rilisnya, Senin (21/7/2025)

Barang bukti yang diamankan meliputi ponsel, dokumen identitas, sepeda motor, dan uang tunai. Temuan tersebut akan digunakan untuk melacak koneksi lebih luas dan mengurai struktur jaringan yang melibatkan Y. Densus 88 masih menelusuri apakah Y berperan dalam aktivitas perekrutan atau pendanaan.

Kasus ini juga menjadi alarm bahwa upaya kontra-radikalisasi harus ditanamkan sejak dini. Tidak cukup hanya dengan penindakan, negara harus aktif membangun narasi damai, moderat, dan mendorong pendidikan anti-ekstremisme di semua lapisan, pungkas Romadhon Jasn.

Kampanye literasi digital dan penyaringan informasi berbasis masyarakat sipil perlu diperkuat. Terutama mengingat banyak propaganda kekerasan menyebar melalui platform media sosial yang sulit diawasi. Negara perlu melibatkan komunitas lokal untuk memutus rantai penyebaran doktrin radikal.

Langkah Densus 88 di Bogor ini patut diapresiasi sebagai bentuk nyata negara hadir melindungi warganya dari ancaman dalam negeri. Operasi ini bukan sekadar penangkapan, tetapi bagian dari strategi jangka panjang menjaga stabilitas nasional, ujar Romadhon Jasn.

Penangkapan ini menambah daftar keberhasilan Polri dalam mengungkap sel-sel teror. Namun di balik itu, pekerjaan besar masih menanti—memastikan bahwa benih radikalisme tidak tumbuh kembali di ruang-ruang yang longgar oleh ketidakadilan sosial, diskriminasi, atau ketimpangan akses informasi.

Previous Post

Bekasi Bersih, Ekonomi Hijau Meroket: KMI Tawarkan Kolaborasi Solutif Pengelolaan Limbah Industri

Next Post

Mahasiswa Desak KPK Periksa Aries A Paewai Kadisdik Jatim Terkait Dugaan Korupsi Proyek Fiktif

Related Posts

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026
Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved