Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Haul Masyayikh Sunanulhuda, Merawat Tradisi dan Meneguhkan Adab Pesantren

by Visioner Indonesia
Januari 28, 2026
in Default
Reading Time: 3min read
0
SHARES
29
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Pondok Pesantren Sunanulhuda menggelar Haul di Cikaroya, Sukabumi selama 26–30 Januari 2026.

VISIONER JAWA BARAT — Pondok Pesantren Sunanulhuda, Cikaroya, Sukabumi, menggelar Haul Masyayikh 1447 H/2026 M selama empat hari, 26–30 Januari 2026, dengan tema Menebar Bakti Meraih Berkah. Kegiatan ini menjadi momentum perjumpaan antara tradisi keagamaan, penguatan keilmuan, dan kepedulian sosial yang telah lama menjadi denyut kehidupan pesantren.

Haul tidak sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk meneguhkan kembali nilai-nilai pesantren yang bertumpu pada adab dan terhubungnya sanad keilmuan. Salah satu rangkaiannya adalah ziarah ke Makam Pasir, tempat peristirahatan terakhir para masyayikh Sunanulhuda, yang diikuti santri, alumni, dan para muhibbin.

Agung Munajat, salah seorang muhibbin Sunanulhuda, mengaku rutin menghadiri rangkaian haul setiap tahun, terutama kegiatan ziarah. Baginya, ziarah bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari adab yang diwariskan pesantren.

Ia terbilang cukup rajin berziarah ke pendiri ponpes ini, yakni Mama KH. Uci Sanusi dan anak beliau, sekaligus penerusnya, Buya KH. Dadun Sanusi. “Setiap tahun saya selalu menyempatkan hadir, khususnya pada kegiatan ziarah. Ziarah itu bagian dari adab pesantren. Di sanalah saya merasa terus terhubung secara sanad keilmuan dengan para masyayikh yang telah berjuang mendidik umat,” ujar Agung kepada media ini. Rabu, 28 Januari, 2026.

Menurut Agung, rangkaian ziarah tidak berhenti di lingkungan Pondok Pesantren Sunanulhuda. Para peserta melanjutkan perjalanan ke sejumlah maqbarah masyayikh di wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Di antaranya adalah maqbarah KH. Muhammad Kholilullah (Apa Lili) di Pondok Pesantren Siraojul Athfal, KH. Abdullah Mahfud di Pondok Pesantren Assaafiyah, serta KH. Masthuroh dan Habib Syech Alathas di Pondok Pesantren Almasthuriyah.

Ziarah juga dilakukan ke maqbarah KH. Ahmad Sanusi di Pondok Pesantren Syamsul ’Ulum. Rangkaian ziarah tersebut ditutup dengan kunjungan ke maqbarah Mama Gentur dan Aang Nuh, Gentur, Cianjur. Bagi Agung, ziarah bukan sekedar upaya merawat ingatan, melainkan juga laku adab yang ia pelajari dari catatan tangan berbahasa Arab Pegon karya Buya KH. Dadun Sanusi. Catatan tentang tata cara ziarah ke orang saleh itu ditulis sekitar satu setengah bulan sebelum wafatnya. “Ziarah ada adabnya, nggak asal berdoa,” kata Agung.

Sementara itu, Ketua Panitia Haul, KH. Luthfi Mukhtar Sholahudin, menjelaskan bahwa ziarah ke makam para masyayikh dipahami sebagai bentuk penghormatan dan tabarruk, sekaligus ikhtiar menjaga kesinambungan spiritual pesantren. Melalui Haul kali ini, Pondok Pesantren Sunanulhuda, kata dia, ingin menegaskan posisinya sebagai penjaga tradisi, sekaligus ruang refleksi untuk merespons tantangan zaman.

Menurut KH. Luthfi, praktek ziarah menjadi pintu masuk untuk menegaskan satu prinsip utama pesantren, yakni adab harus mendahului ilmu. Ia menilai krisis peradaban modern tidak lepas dari lunturnya adab dalam kehidupan manusia. “Karena itu, adab dan ilmu harus berjalan seimbang. Ketika adab ditinggalkan, ilmu kehilangan arah,” ujarnya.

Selama hampir sepekan, Haul di Ponpes Sunanulhuda diisi rangkaian kegiatan yang merentang dari penguatan spiritual hingga kepedulian sosial. Agenda tersebut mencakup Bazaar dan Food Court Pesantren yang melibatkan UMKM lokal, Takhtimul Qur’an bil Ghoib dan bin Nadhor yang diikuti para santri penghafal Al-Qur’an, Pameran Manuskrip Turats Ulama Pasundan yang menampilkan sekitar 500 naskah karya ulama Jawa Barat, termasuk karya Mama KH. Uci Sanusi, Buya KH. Dadun Sanusi, dan KH. Eman Sulaeman, SUHU Expo dengan partisipasi 30 perguruan tinggi se-Jawa Barat, serta Santunan Anak Yatim sebagai penegasan dimensi sosial pesantren.

Puncak Haol dijadwalkan berlangsung pada 30 Januari, ditandai dengan Ziarah Bersama ke Makam Masyayikh Sunanulhuda di Makam Pasir, Cikaroya. Kegiatan ini diperkirakan dihadiri ribuan alumni, santri, dan masyarakat dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatra. Rangkaian puncak acara dilanjutkan dengan Tabligh Akbar yang menghadirkan Abuya KH. Abdullah Mukhtar, pimpinan Pondok Pesantren An-Nidzom, Sukabumi, yang juga dikenal sebagai sahabat dekat Buya. (*)

Informasi lokasi ziarah dapat diakses melalui Google Maps: https://share.google/NOvkVDu9gteDIHaQp

Previous Post

Pilih Jadi Petani! Ketegasan Jenderal Sigit Jaga Marwah Polri Bikin Anggota Bangga!

Next Post

Titik Balik Martabat Pertamina: Ahok Bongkar Fakta Yuridis, Isu Oplosan Terbukti Fitnah

Related Posts

Default

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Mei 7, 2026
Default

Musyawarah Pimpinan Kecamatan Partai Golkar Wongsorejo Tegaskan Konsolidasi dan Penguatan Basis Dukungan

April 26, 2026
Default

Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Rogojampi Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

April 26, 2026
Default

INDONESIA JADI KIBLAT PEMASYARAKATAN DUNIA: PEMUDA MUSLIMIN JAKARTA UTARA NYATAKAN DUKUNGAN PENUH ATAS TRANSFORMASI SISTEM PEMULIHAN BERBASIS BUDAYA

April 20, 2026
Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung
Default

Harga LPG Nonsubsidi 12 Kilogram Naik Rp16 Ribu per Tabung

April 19, 2026
Default

Eks PB HMI Silaturahmi ke Dandim, Apresiasi Peran Kodim Kawal Koperasi Desa Merah Putih

April 18, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

TERPOPULER

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved