Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

by Visioner Indonesia
April 15, 2026
in Daerah, Ekonomi
Reading Time: 2min read
Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
0
SHARES
26
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus memacu target ambisius untuk keluar dari status darurat sampah pada tahun 2030. Di tengah volume timbulan sampah yang kini mencapai 7.500 hingga 8.000 ton per hari, polemik mengenai daya tampung TPST Bantargebang kembali mencuat. Pemerintah dituntut untuk segera mengalihkan beban pembuangan akhir ke sistem pengolahan berbasis teknologi di dalam kota.

Kondisi ini memicu perdebatan mengenai efektivitas infrastruktur yang ada saat ini. Data Dinas Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa ketergantungan pada lahan di Bekasi tersebut sudah berada pada titik kritis. Tanpa adanya terobosan pada sistem pengolahan sampah menjadi energi atau material bernilai guna, Jakarta diprediksi akan mengalami kebuntuan logistik sampah dalam kurun waktu kurang dari lima tahun ke depan.

Ketua Umum Jaringan Masyarakat Madura (JAMMA), Edi Homaidi, memberikan dukungannya terhadap langkah taktis yang diambil Pemerintah Provinsi di bawah kepemimpinan Gubernur Pramono Anung. “Kami melihat visi Gubernur Pramono dalam mempercepat pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu adalah solusi konkret yang selama ini dinanti. JAMMA siap mengawal kebijakan ini agar Jakarta benar-benar berdaulat secara lingkungan,” ujar Edi dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Polemik teknis juga menyasar pada rendahnya partisipasi pemilahan sampah di tingkat rumah tangga yang masih di bawah 30 persen. Meskipun program Bidang Pengelolaan Sampah RW (BPS-RW) telah berjalan, inkonsistensi pengangkutan sampah terpilah oleh petugas di lapangan sering kali mematahkan semangat warga. Hal ini menyebabkan volume sampah organik yang masuk ke TPA tetap mendominasi, yakni sebesar 50 persen dari total beban harian.

Di sisi lain, tantangan pendanaan dan retribusi kebersihan menjadi isu sensitif bagi warga ekonomi menengah ke bawah. Sebagian kalangan menilai kenaikan tarif retribusi untuk kompensasi pengolahan teknologi tinggi perlu dikaji ulang agar tidak membebani masyarakat. Namun, Pemprov menekankan bahwa investasi pada teknologi hijau adalah harga mati untuk menghindari biaya pemulihan lingkungan yang jauh lebih besar di masa depan.

Menanggapi tantangan tersebut, Edi Homaidi menegaskan bahwa penguatan regulasi yang dilakukan Gubernur Pramono sudah berada di jalur yang tepat. “Langkah Gubernur untuk menyinkronkan data retribusi dengan layanan prima di lapangan adalah bentuk keadilan ekologis. JAMMA mendukung penuh penguatan sistem ini karena dampaknya langsung dirasakan oleh warga di akar rumput, termasuk para pekerja sektor informal,” tambah Edi.

Selain masalah daratan, penanganan sampah di badan air melalui Unit Pelaksana Kerja (UPK) Badan Air juga masih menjadi prioritas untuk memitigasi risiko banjir tahunan. Hingga April 2026, ribuan ton sampah masih diangkat dari sungai-sungai besar di Jakarta setiap bulannya. Polemik muncul ketika koordinasi antarwilayah penyangga dalam mengontrol sampah kiriman dianggap belum berjalan maksimal secara administratif.

Pemerintah saat ini tengah mengupayakan kerja sama regional yang lebih erat serta digitalisasi pemantauan armada sampah secara real-time. Melalui platform JRC, Pemprov berupaya memastikan setiap ton sampah yang dihasilkan dapat dilacak distribusinya. Upaya ini merupakan bagian dari transformasi besar-besaran untuk mengubah citra Jakarta dari kota pengirim sampah menjadi kota pengolah limbah mandiri.

Sebagai penutup, Edi Homaidi menyatakan optimisme bahwa di bawah kendali Gubernur Pramono, Jakarta mampu mencapai target bebas krisis sampah pada 2030. “Kepemimpinan Pramono Anung memberikan harapan baru bagi tata kelola kota yang lebih manusiawi dan bersih. JAMMA akan terus menjadi mitra strategis pemerintah untuk mensosialisasikan pentingnya hilirisasi sampah kepada seluruh lapisan masyarakat Madura di Jakarta,” pungkasnya.

Previous Post

Merajut Kembali Persaudaraan Bangsa: Mengapa Dialog Lebih Utama dalam Kasus Jusuf Kalla?

Next Post

Antusiasme Publik Tinggi, Satgas Haji Polri Diminta Tanpa Ampun Sikat Travel Nakal dan Visa Palsu

Related Posts

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya
Ekonomi

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Mei 26, 2026
Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014
Ekonomi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Mei 26, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas
Daerah

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

Mei 25, 2026
Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

TERPOPULER

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Penguatan Kapasitas Akademik Universitas Dr. Soekarjo Banyuwangi Perkuat Kepemimpinan dan Tata Kelola Institusi

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved