JAKARTA,- Rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad pada Senin (25/5/2026) menghasilkan keputusan penting. Pemerintah dan DPR sepakat mengesahkan Rencana Induk Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Renduk) Sumatera 2026-2028 dengan anggaran jumbo.
Hadir dalam pertemuan tertutup di kompleks Parlemen Senayan, antara lain Mendagri Tito Karnavian, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BNPB Suharyanto, dan Menko PMK Pratikno. Mereka satu suara bahwa tahap pemulihan permanen harus segera dimulai.
“Pak Dasco memastikan birokrasi tidak lagi menyandera urusan rakyat. Rencana induk sudah disetujui Bappenas, anggaran pun mengalir. Ini keberanian yang patut dicatat dan diapresiasi semuanya,” ujar Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, Selasa (26/5) di Jakarta.
Pemerintah menyetujui anggaran Rp100,16 triliun untuk tiga tahun ke depan. Rinciannya: Rp38,9 triliun pada 2026, Rp32,9 triliun pada 2027, dan Rp28,2 triliun pada 2028. Anggaran ini akan membiayai 11.512 kegiatan pembangunan di seluruh wilayah terdampak.
Kementerian Pekerjaan Umum mendapat alokasi terbesar, yakni Rp69 triliun untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan sungai. Sementara itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengalokasikan Rp7,4 triliun khusus untuk pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.
“Data di lapangan menunjukkan 357 unit huntap telah rampung per 11 Mei lalu. Ini naik 109 unit hanya dalam tiga hari. Dasco dan satgas terus mendorong percepatan yang mulai terasa warga,” kata Romadhon Jasn.
Target total kebutuhan huntap mencapai 39.335 unit di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Sebanyak 996 unit lainnya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan rampung secara bertahap.
Pemerintah memastikan dana tahap awal sebesar Rp38 triliun siap dicairkan tahun ini. Para menteri berkomitmen melengkapi dokumen administrasi agar tidak ada penundaan pencairan yang merugikan rakyat terdampak.
“Warga Sumatera mulai merasakan kehadiran negara. Mereka tidak cemas berkepanjangan. Saya optimis pemulihan total bakal selesai sesuai target 2028. Ini bukti ketika pemimpin turun tangan, rakyat tidak perlu menunggu lama,” tutup Romadhon Jasn.






