JAKARTA — Sikap terbuka yang ditunjukkan Presiden Prabowo Subianto dalam menerima evaluasi runtut dari PDI Perjuangan terus menuai apresiasi. Fenomena unik tersebut dianggap membawa angin segar bagi masa depan iklim demokrasi domestik yang sempat mencemaskan publik.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meluruskan berbagai anggapan miring dengan menegaskan bahwa pujian Kepala Negara kepada rival politiknya didasari kejujuran absolut l. Gerindra memastikan tidak ada motif pencitraan terselubung di balik ucapan di podium parlemen tersebut.
Penjelasan taktis dari internal partai berlambang garuda itu kini mendapat pembenaran dari kelompok pergerakan. Mereka sepakat atmosfer rekonsiliasi yang ditiupkan Istana terasa sangat otentik.
Dari masuarakat sipil menilai pernyataan Dasco mengenai isi hati Presiden merupakan sebuah realitas yang tidak terbantahkan. Ada kelapangan dada yang tertangkap jelas oleh publik. “Penyampaian Pak Dasco itu sangat valid. Keberanian seorang pemimpin tertinggi untuk memuji kekuatan di luar pemerintahan yang konsisten mengoreksinya adalah bukti nyata kematangan jiwa kepemimpinan,” tutur Romadhon Jasn, Aktivis Nusantara, Kamis (21/5) di Jakarta.
Ia menambahkan, kultur saling menghormati ini harus dirawat secara konsisten agar kekhawatiran masyarakat terhadap potensi lahirnya kembali otoritarianisme gaya baru di Indonesia perlahan memudar. Keseimbangan kekuasaan mutlak diperlukan dalam roda tata negara.
Melalui momentum ini, tantangan besar kini beralih kepada jajaran menteri teknis di kabinet agar mereka tidak alergi terhadap masukan publik sekecil apa pun. Para pembantu presiden harus meniru keteladanan yang dicontohkan pimpinannya.
Pada akhirnya, kedewasaan berkomunikasi antara penguasa dan oposisi diharapkan mampu mempercepat penyelesaian krisis sosial di tingkat akar rumput. Kesepakatan elite harus berdampak pada kesejahteraan rakyat.






