Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tekanan nilai tukar rupah yang tengah melanda Indonesia belakangan ini dinilai masih cukup terkendali ketimbang yang terjadi pada kurun waktu 2004 hingga 2014.
Dalam kurun waktu 10 tahun di periode tersebut, kata Airlangga, rupiah mengalami penurunan hingga mencapai sekitar 40%. Di saat yang sama, inflasi kumulatif juga tercatat mencapai sebesar 17,%.
“Rupiah itu di tahun 2004-2014 terdepresiasinya 40% dalam 10 tahun. Dan itu dengan inflasi yang di tahun 2005 di 17%, karena harga minyak naik ke US$140/barel,” ujarnya dalam Konperensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) di Jakarta, dikutip Selasa (26/5/2026).
Sementara itu, kata Airlangga, sepanjang periode 10 tahun setelahnya atau dalam kurun waktu 2014 hingga 2024, rupiah hanya terdepresiasi sebesar 30,6% dengan pengendalian inflasi cukup terjaga hanya sekitar 3%.
Dia lagi-lagi turut membandingkan dengan kondisi rupiah saat ini, yang juga beberapa kali telah menyentuh pelemahan sepanjang sejarah. Dia tetap kukuh rupiah saat ini masih terkendali.






