Jakarta, 30 Agustus 2026 – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono membongkar modus penipuan yang mengancam integritas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengungkap adanya oknum yang mencatut nama pimpinan BGN untuk menawarkan jasa pembukaan dapur dengan imbalan uang, praktik yang langsung ditegaskannya sebagai tindak pidana .
“Ada oknum-oknum yang mengatasnamakan saya, ibu wakil kepala (waka) atau pak Waka, atau pimpinan siapapun yang memberikan iming-iming bahwa nanti akan dibantu dapur-dapur yang belum beroperasi untuk segera beroperasi. Saya pastikan itu bohong dan itu adalah tindak pidana penipuan,” tegas Sudaryono melalui unggahan di media sosialnya, Sabtu (29/8) .
Sudaryono menegaskan, BGN tidak pernah memberikan kewenangan kepada siapa pun untuk memfasilitasi atau membuka SPPG dengan imbalan. Ia meminta seluruh mitra yang menjadi korban untuk segera melapor ke polisi .
◀️ 414 Dapur Fiktif dan Rp311 Miliar Ditarik
Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen BGN membereskan “borok” di tubuh lembaga. Sebelumnya, Sudaryono telah menemukan 414 SPPG yang tidak beroperasi atau bahkan tak memiliki dapur fisik, namun sudah menerima dana . Atas temuan ini, BGN menarik kembali Rp311 miliar ke kas negara .
Selain itu, BGN juga menyisir 6 juta data penerima manfaat ganda yang diduga akibat tumpang tindih sistem pendataan, seperti santri yang tercatat ganda di pesantren dan sekolah formal .
Dengan pembongkaran modus “dapur bayangan” dan penarikan dana fiktif, BGN berharap dapat memulihkan kepercayaan publik dan memastikan anggaran MBG tepat sasaran .






