Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, OJK: Akses Tinggi tapi Pemahaman Rendah

by Visioner Indonesia
Agustus 29, 2026
in Nasional
Reading Time: 2min read
Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, OJK: Akses Tinggi tapi Pemahaman Rendah

Jakarta, 29 Agustus 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti masih rendahnya tingkat literasi keuangan di kalangan pelajar dan mahasiswa. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026, indeks literasi keuangan pelajar dan mahasiswa hanya mencapai 62,72 persen, jauh di bawah rata-rata nasional yang tercatat 69,57 persen .

Fenomena yang lebih memprihatinkan adalah adanya kesenjangan (gap) antara akses dan pemahaman. Di saat inklusi keuangan kelompok ini sudah cukup tinggi mencapai 92,76 persen, pemahaman mereka terhadap produk dan layanan keuangan justru masih tertinggal .

Ketua Dewan Komisioner OJK, Frederica Widyasari Dewi, mengungkapkan bahwa kelompok usia muda menjadi sasaran prioritas mengingat jumlahnya mencapai sekitar 88 juta jiwa atau setara dengan 31 persen dari total penduduk Indonesia. “Kalau kita melihat literasi keuangan dan inklusi keuangan pelajar dan mahasiswa, ini masih di bawah standar literasi dan inklusi nasional. Maka ini adalah tugas kita semua,” ujarnya dalam peringatan Hari Indonesia Menabung (HIM) 2026 di Bekasi, Jumat (28/8) .

Mengapa Literasi Pelajar Rendah?

Data sebelumnya dari SNLIK 2025 bahkan menunjukkan indeks literasi keuangan pada kelompok usia 15-17 tahun hanya 51,86 persen—yang terendah di antara semua kelompok usia produktif . Asisten Direktur Literasi dan Edukasi Keuangan OJK, Chandra Shadiq Faritzi, menjelaskan bahwa peningkatan akses keuangan yang pesat tidak otomatis dibarengi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bertanggung jawab.

“Peningkatan akses keuangan harus berjalan beriringan dengan penguatan literasi keuangan yang setara bagi seluruh masyarakat,” tegasnya . Risiko utamanya adalah semakin banyak pelajar yang memiliki akses ke produk keuangan digital seperti dompet elektronik dan pinjaman online, tetapi belum memiliki bekal untuk membuat keputusan finansial yang sehat.

Lima Strategi OJK

OJK telah menyiapkan lima strategi untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan ke depan :

  1. Perluasan Sasaran Prioritas: Fokus pada kelompok dengan literasi dan inklusi di bawah rata-rata nasional, termasuk pelajar, petani, nelayan, dan masyarakat pedesaan.
  2. Penguatan Literasi Sektoral: Mendorong pemerataan pemahaman produk pada seluruh sektor jasa keuangan.
  3. Integrasi ke Pendidikan Formal: Memasukkan literasi keuangan ke dalam kurikulum pendidikan untuk membentuk kebiasaan finansial sehat sejak dini.
  4. Peningkatan Kualitas Inklusi: Memastikan akses keuangan benar-benar meningkatkan kesejahteraan, bukan sekadar angka kepemilikan produk.
  5. Edukasi Digital dan Perlindungan Konsumen: Memperkuat edukasi layanan keuangan digital dan sistem perlindungan konsumen.

“Kami akan terus memperkuat infrastruktur edukasi keuangan digital yang telah dimiliki OJK,” ujar Frederica, merujuk pada kanal seperti SikapiUangmu, Satgas PASTI, dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) .

Previous Post

Di Balik Janji Mundur Dasco: Konsistensi Pakta Integritas dan Jaminan Aman untuk Rakyat

Next Post

TNI AD Bangun 55 Jembatan dan 98 Sumur Bor di Maluku dan Maluku Utara

Related Posts

Nasaruddin Umar Fokus Jadi Menag, Tak Maju Calon Ketum PBNU
Nasional

Nasaruddin Umar Fokus Jadi Menag, Tak Maju Calon Ketum PBNU

Agustus 28, 2026
Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”
Nasional

Massa AMPB Bubar Usai Dapat Komitmen DPR: “Sampai Bertemu Desember!”

Agustus 27, 2026
“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan
Daerah

“Saya Mau Jadi Warga NU!” Prabowo Minta KTA ke Gus Yahya, Janji Datang Lagi di Penutupan

Agustus 27, 2026
Prabowo Buka Muktamar NU ke-36: “NU Harus Jadi Benteng Moral dan Sosial Bangsa”
Daerah

Prabowo Buka Muktamar NU ke-36: “NU Harus Jadi Benteng Moral dan Sosial Bangsa”

Agustus 27, 2026
Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Terbukti Terlibat Kasus Rekening Donasi
Nasional

Pimpinan DPR Siap Mundur Jika Terbukti Terlibat Kasus Rekening Donasi

Agustus 27, 2026
BMKG Catat Titik Panas di Kalimantan Tembus 661 Lokasi
Nasional

BMKG Catat Titik Panas di Kalimantan Tembus 661 Lokasi

Agustus 25, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

TNI AD dan US Army Perkuat Interoperabilitas Lewat Latihan Ksatria Warrior 2026

TNI AD Bangun 55 Jembatan dan 98 Sumur Bor di Maluku dan Maluku Utara

Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, OJK: Akses Tinggi tapi Pemahaman Rendah

Di Balik Janji Mundur Dasco: Konsistensi Pakta Integritas dan Jaminan Aman untuk Rakyat

Mahfud MD Sindir Puan: “Kalau Pimpinan DPR Tak Tanda Tangan, RUU Perampasan Aset Mau Dibawa ke Mana?”

DPR Beberkan 13 Tindak Pidana Sasaran RUU Perampasan Aset

TERPOPULER

TNI AD dan US Army Perkuat Interoperabilitas Lewat Latihan Ksatria Warrior 2026

TNI AD Bangun 55 Jembatan dan 98 Sumur Bor di Maluku dan Maluku Utara

Literasi Keuangan Pelajar Tertinggal, OJK: Akses Tinggi tapi Pemahaman Rendah

Di Balik Janji Mundur Dasco: Konsistensi Pakta Integritas dan Jaminan Aman untuk Rakyat

Mahfud MD Sindir Puan: “Kalau Pimpinan DPR Tak Tanda Tangan, RUU Perampasan Aset Mau Dibawa ke Mana?”

DPR Beberkan 13 Tindak Pidana Sasaran RUU Perampasan Aset

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved