Indonesia Visioner
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Miftachul-Gus Kikin ‘Paket Istana’, Muzani: Kami Tidak Pernah Cawe-cawe!

by Visioner Indonesia
Agustus 31, 2026
in Nasional, Politik
Reading Time: 2min read
Miftachul-Gus Kikin ‘Paket Istana’, Muzani: Kami Tidak Pernah Cawe-cawe!

Jombang, 31 Agustus 2026 – Isu skenario “Paket Istana” di balik terpilihnya KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) sebagai Ketua Umum PBNU menuai berbagai respons. Ketua MPR sekaligus Sekretaris Jenderal PAN, Ahmad Muzani, secara tegas membantah adanya campur tangan pemerintah atau istana dalam proses muktamar.

“Muktamar NU ini berlangsung demokratis. Kami dari pemerintah dan istana tidak pernah cawe-cawe dalam proses pemilihan. Ini adalah murni keputusan para kiai dan peserta muktamar,” ujar Muzani di sela-sela acara penutupan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Narasi “Paket Istana” Menguat

Isu ini pertama kali dilontarkan oleh kader PKB, Nizar Zahro, yang menuding ada skenario dari Istana untuk mengamankan kepemimpinan KH Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam dan Gus Kikin sebagai Ketum PBNU. Menurut Nizar, kehadiran Presiden Prabowo di muktamar tidak sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi politik untuk memuluskan pasangan tersebut.

“Terpilihnya Kiai Miftachul dan Gus Kikin sebagai Rais Aam dan Ketum PBNU tidak terlepas dari dukungan Istana. Ini adalah skenario untuk memastikan bahwa PBNU berada dalam kendali yang sejalan dengan pemerintah,” ujar Nizar dalam wawancara dengan media, Senin (31/8/2026).

Bantahan dari Internal NU

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari sejumlah kiai dan pengurus NU. Mereka menilai tuduhan “Paket Istana” tidak berdasar dan merendahkan proses musyawarah yang telah berlangsung di muktamar.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Munawwir Krapyak, KH. M. Najib Abdul Qodir, mengatakan bahwa pemilihan Rais Aam dan Ketum PBNU dilakukan secara mufakat oleh Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) berdasarkan hasil penjaringan suara dari seluruh cabang dan wilayah. “Ini adalah keputusan muktamar yang diambil secara kolektif, bukan titipan dari siapa pun,” tegasnya.

Spekulasi dan Faktor Prabowo

Spekulasi “Paket Istana” semakin menarik karena Presiden Prabowo baru saja secara resmi menerima KTA NU dari Gus Kikin. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai apakah penerimaan KTA tersebut merupakan simbol keakraban atau bagian dari strategi politik yang lebih besar.

Namun, Muzani menegaskan bahwa kehadiran Presiden di muktamar adalah bentuk penghormatan kepada NU sebagai organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, bukan untuk mengintervensi. “Presiden hadir untuk bersilaturahmi dan menghormati keputusan muktamar, bukan untuk cawe-cawe,” pungkasnya.


Previous Post

Prabowo Tahu Persis Siapa yang Ingin Menjatuhkannya, Tapi Mengapa Diam?

Next Post

Gus Kikin Ungkap Banyak Kecocokan dengan Prabowo, “Saya Juga Banyak Unsur 8”

Related Posts

Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan
Daerah

Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

Agustus 31, 2026
Pemerintah Larang Operator Seluler Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan
Politik

Pemerintah Larang Operator Seluler Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

Agustus 31, 2026
Media Sosial Kuasai Arus Informasi Politik Publik Indonesia pada 2026
Politik

Media Sosial Kuasai Arus Informasi Politik Publik Indonesia pada 2026

Agustus 31, 2026
Survei Median: Elektabilitas Prabowo di Puncak, Unggul di 4 Wilayah Indonesia
Politik

Survei Median: Elektabilitas Prabowo di Puncak, Unggul di 4 Wilayah Indonesia

Agustus 31, 2026
Kemenhaj Gandeng BKN Perketat Seleksi Petugas Haji 2027, CAT Serentak di 34 Titik
Politik

Kemenhaj Gandeng BKN Perketat Seleksi Petugas Haji 2027, CAT Serentak di 34 Titik

Agustus 31, 2026
Cak Imin Minta Gus Kikin Belajar dari Pengalaman 5 Tahun Terakhir: “NU Bukan Kekuasaan, Tapi Perjuangan”
Politik

Cak Imin Minta Gus Kikin Belajar dari Pengalaman 5 Tahun Terakhir: “NU Bukan Kekuasaan, Tapi Perjuangan”

Agustus 31, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

Pemerintah Larang Operator Seluler Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

Media Sosial Kuasai Arus Informasi Politik Publik Indonesia pada 2026

Survei Median: Elektabilitas Prabowo di Puncak, Unggul di 4 Wilayah Indonesia

Kemenhaj Gandeng BKN Perketat Seleksi Petugas Haji 2027, CAT Serentak di 34 Titik

Cak Imin Minta Gus Kikin Belajar dari Pengalaman 5 Tahun Terakhir: “NU Bukan Kekuasaan, Tapi Perjuangan”

TERPOPULER

Kemendagri Pastikan Bantuan Presiden untuk Gempa NTT Segera Digunakan

Pemerintah Larang Operator Seluler Hanguskan Sisa Kuota Internet Pelanggan

Media Sosial Kuasai Arus Informasi Politik Publik Indonesia pada 2026

Survei Median: Elektabilitas Prabowo di Puncak, Unggul di 4 Wilayah Indonesia

Kemenhaj Gandeng BKN Perketat Seleksi Petugas Haji 2027, CAT Serentak di 34 Titik

Cak Imin Minta Gus Kikin Belajar dari Pengalaman 5 Tahun Terakhir: “NU Bukan Kekuasaan, Tapi Perjuangan”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
  • COMPANY PROFILE

Indonesia Visioner - All Rights Reserved