Sidarjo, 3 September 2026 – Sebanyak 512 santri Pondok Pesantren Nurul Musthofa di Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9/2026). Badan Gizi Nasional (BGN) langsung merespons dengan menjatuhkan sanksi tegas kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, menyatakan bahwa dapur SPPG di Sidoarjo yang terlibat langsung disuspensi permanen. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden keracunan yang menyebabkan ratusan santri harus menjalani perawatan medis.
“Kami tidak akan mentolerir pelanggaran keamanan pangan. SPPG yang terbukti lalai akan kami tindak tegas, termasuk dengan pemutusan kontrak secara permanen,” ujar Sudaryono dalam konferensi pers, Kamis (3/9/2026).
BGN Lakukan Investigasi dan Evaluasi
BGN bersama Dinas Kesehatan Sidoarjo dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) langsung menurunkan tim investigasi untuk memeriksa penyebab pasti keracunan. Tim mengambil sampel makanan, memeriksa proses pengolahan dan distribusi makanan, serta meminta keterangan dari pengelola SPPG, pihak pesantren, dan tenaga kesehatan yang menangani korban.
Selain suspensi, BGN juga memberikan surat peringatan keras kepada pihak pengelola SPPG dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh prosedur operasional standar (SOP) dapur MBG di wilayah Jawa Timur. Mereka juga menggandeng BPOM dan Dinkes Sidoarjo untuk memeriksa riwayat keamanan pangan dapur terkait.
Ratusan Santri Dirawat, Dua Dirujuk
Insiden keracunan terjadi setelah para santri menyantap menu MBG yang terdiri dari nasi, ayam, tempe, dan sayur. Beberapa jam setelah makan, mereka mengeluhkan pusing, mual, dan muntah-muntah. Seluruh korban mendapatkan perawatan di beberapa fasilitas kesehatan terdekat. Dua santri yang mengalami gejala paling parah dirujuk ke RS Siti Khodijah, sedangkan sebagian lainnya dirawat di Puskesmas setempat.
Pemerintah daerah dan pihak pesantren memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan medis yang memadai dan kondisinya mulai stabil. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk meningkatkan pengawasan keamanan pangan agar kasus serupa tidak terulang. BGN pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program MBG agar aman dan bermanfaat bagi semua penerima manfaat.






