Martunis anak dari Banda Aceh, Indonesia, yang beberapa tahun silam menjadi korban tsunami itu merupakan anak angkat dari bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo. Kini Martunis telah bergabung dengan Akademik Sporting Lisbon dan kabar tersebut memenuhi pemberitaan di berbagai media-media internasional. Ayah angkat Martunis, CR7 sendiri dulunya juga mengawali karier bersama Sporting Lisbon ketika masih remaja.
Martunis pada saat terjadinya tsunami Banda Aceh dalam usia tujuh tahun. Ia sempat menghebohkan dunia kala itu karena menjadi bocah yang ditemukan dalalm keadaan hidup setelah menghilang selama 21 hari dengan memakai kostum timnas Portugal. Kondisi saat ditemukan inilah yang menjadi salah satu alasan pesepak bola nomor satu dunia CR7 itu mengangkatnya sebagai anak. Perkenalan Ronaldo dan Martunis memang bermula dari bencana gempa dan tsunami yang melanda Nangroe Aceh Darussalam pada Desember 2004 lalu.
Ayah kandung Martunis, Sarbini mengatakan memang membebaskan Martunis untuk bermain bola sesuai hobinya sendiri. “Saya membiarkan dia bermain sepak bola saat sore hari. Saya meminta dia pergi ke sekolah dan belajar dari membaca koran. Dia juga mengikuti les bahasa Inggris,” ungkapnya setelah mengetahui anaknya berkesempatan masuk akademi Sporting Lisbon., seperti dilansir Daily Mail, Jumat lalu (3/7/).
Harapan Sarbini, Ayah Kandung Martunis Sporting Lisbon
“Saya ingin dia menjadi anak pintar dengan masa depan cerah. Saya tidak ingin dia berakhir seperti saya, yang tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Saya berharap dia mendapat pekerjaan yang bagus di masa depan,” Kata Sarbini.
Dia berharap anaknya Martunis dapat terinspirasi oleh ayah angkatnya, Cristiano Ronaldo, disaat menekuni dunia sepakbola professional. Sarbini juga mengaku selalu mendukung dengan kegiatan Martunis bersama bakatnya itu.
“Saya akan sangat bangga bila dia dapat menikmati kehidupannya dengan baik atau pun menjadi pesepakbola profesional,” Tutur dia.
Martunis disarankan untuk berlatih dan bekerja dengan keras demi memenuhi cita-citanya menjadi pemain sepak bola. Sebagaimana diketahui persaingan atlet di kancah internasional pasti sangat kompetitif dan Sarbini mengharapkan Martunis bisa melewati semua rintangan dan berjuang jadi pesepakbola profesional. (Ahmad Ryansyah / AP)


