BANDUNG | Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Bandung Raya kolaborasi bersama Gamais ITB, Rumah Amal Salman, BMKA Salman ITB, Imam Muda Salman dan Masjid Salman ITB untuk ramaikan masjid-masjid daerah bandung dalam Gerakan Subuh Jama’ah Nasional (GSJN), Senin (18/04/22)
Setelah sebelumnya menjalin kerjsama dengan Al-Hikmah Education dalam memajukan pendidikan lewat aplikasi belajar dengan pendekatan nilai islami. Kini Gabungan LDK Se-Bandung Raya turut mensyiarkan dakwah melalui Gerakan Shubuh Jama’ah Nasional.
Gerakan ini merupakan agenda 2 hari 1 malam yang diagendakan secara bergiliran di masjid-masjid sekitar Bandung Raya. Dalam program ini meliputi kegiatan-kegiatan kebaikan berupa kegiatan qur’ani, qiyamul lail, agenda inti berupa sholat shubuh berjama’ah yang diikuti dengan kajian shubuh dengan tema-tema yang kontemporer.
“Saya berharap agenda ini bisa menjadi pelopor gerakan Sholat Shubuh berjama’ah di Masjid dalam skala yang lebih luas baik di lingkungan kampus dan masyarakat. Selain itu semoga program ini bisa menumbuhkan suatu kebiasaan baru di masyarakat muslim kita,“ ucap Fadhil Abdurrahim selaku Ketua FSLDK Bandung Raya.
Ali Morteza Imaduddin selaku Ketua Gamais ITB 2022 turut memberikan harapannya dari penyelenggara ini penuh semangat dalam mengikuti acara ini adalah bentuk sebagai langkah awal hakikat dakwah dalam membentuk kecintaan kepada agama.
“GSJN salah satu cara esensial dan substantif bagi kita untuk sama-sama menebar indahnya nilai Islam. Semoga hal baik dapat terus membumi dan selalu menambah kecintaan pada agama kita,” ujarnya.
Senada, Nur Kholis Fajar selaku Ketua Gamais ITB selaku tuan rumah mengatakan, bahwa kecintaan terhadap agama islam tertebar karena merekahnya keindahan yang tercurah dalam kegiatan yang bermanfaat ini.
Pada kesempatan kali ini GSJN dilaksanakan di Masjid Salman pada hari sabtu dan minggu yang bertepatan pada 16 sampai 17 April 2022. Dan dihadiri oleh 150 anggota LDK dan masyarakat umum Se-Bandung Raya.
“Saya berharap agenda GSJN dapat dilakukan secara rutin di masjid-masjid se-Bandung Raya serta harapannya dari peserta pun tersampaikan secara bersemangat dalam mengikuti acara ini,” Harapnya.
Dengan penuh arti yang disampaikan dalam gerakan ini yaitu memiliki arti yang mendasar bahwa ukhuwah, dakwah, dan syiar Islam dapat dengan mengajak bukan mengejek, merangkul bukan memukul, mencerahkan bukan meresahkan, menyayangi bukan menyaingi, serta mengilhami bukan menghakimi.
Kontributor : Yogi






