Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Penjara dan Perjuangan

by Redaksi
Mei 21, 2015
in Liputan Diskusi
Reading Time: 2min read
0
SHARES
36
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dari Penjara ke Penjara

Surabaya – Dalam #TadarrusBiblio ke 19 pada Minggu 17 Mei 2015 pukul 20.00 WIB, ajang diskusi dirasa ada yang sedikit berbeda. Suasana hening menyelimuti seluruh peserta diskusi ditengah ramainya para pengunjung yang berdatangan ke angkringan 57. Pereview, Marlaf Sucipto, mengajak segenap peserta untuk mengirimkan doa terlebih dulu pada Tan Malaka, sosok pendiri Republik yang terkenal dengan semboyannya “Merdeka 100%”. Tanpa menghiraukan hiruk pikuk pembicaraan pengunjung yang lain, sejumlah aktivis sebanyak 19 orang dalam diskusi itu, mengheningkan cipta dengan khidmat. Mereka merapal, menyuguhkan kiriman doa Al-fatihah untuk Tan Malaka. [Berita Sebelumnya]

#TadarrusBiblio kali ini mendiskusikan buku Tan Malaka yang berjudul “Dari Penjara Ke Penjara”. Marlaf Sucipto selaku pereview pada #TadarrusBiblio kali ini mengatakan bahwa buku ini terdiri dari tiga jilid dan pada kesempatan kali ini ia hanya akan menyampaikan hasil bacaannya pada buku kedua.

“ Namun sedikit akan saya sampaikan spirit yang ada pada buku pertama dan ketiga karya Tan ini” ujar Direktur Indonesia Belajar Institute itu saat memulai pemaparannya.
Marlaf juga menambahkan bahwa ketiga buku tersebut tak hanya mengisahkan tentang diri Tan, tapi juga berkisah tentang negara-negara yang disinggahinya selama masa pembuangan.

“Buku kedua ini bercerita tentang perjalanan Tan Malaka selama dibuang oleh Pemerintah Kolonial Hindia-Belanda. Dimulai sejak 1922 dari Penjara Bandung-Jakarta-Bangkok-Tiongkok-Cina-Burma-Singapura hingga kembali ke Indonesia pada sekitar tahu 1941, di setiap penjara-penjara tersebut Tan tidak pernah tinggal kurang dari 5 tahun” pungkasnya.

Pereview asal Sumenep ini juga menegaskan catatan penting yang perlu diketahui dari buku karya Tan Malaka ini. Menurutnya, komunisme yang dibangun Tan Malaka di Indonesia memiliki semangat yang khas Indonesia dan berbeda dengan komunisme yang ada di Cina, Burma, dan Soviet.

Selanjutnya ia menyampaikan, jika selama ini komunis yang ada Indonesia kerap dianggap dan mendapat stempel atheis (Anti Tuhan). Namun bila membaca sosok dan pemikiran Tan Malaka, stigma negatif itu tidaklah sama sekali bisa dibenarkan.

“Justru Tan Malaka adalah orang yang beragama.Itu terbukti ketika dua buku karangannya terpaksa ditenggelamkan ke laut dalam perjalanan dari Burma menuju Singapura saat menghadapi pemeriksaan (anggap saja Bea-Cukai). Nah dua buku itu ditemukan oleh orang Burma dan dikirimkannya kembali pada Tan Malaka yang waktu itu sudah ada di Indonesia. Ketika menerima kiriman itu Tan Malaka mengucapkan puji syukur Alhamdulillah” papar aktivis PMII tersebut.

Selain itu dalam setiap perjalanan pembuangannya, Tan selalu menulis sehingga pemikirannya masih dapat diketahui dan dibaca sampai saat ini. Ada banyak karyanya yang kemudian menjadi bacaan wajib para aktivis. Seperti Gerpolek, Naar De Republik, Aksi Massa, Parlemen Atau Soviet. Setelah mantan Gubernur SEMA Fak. Syariah itu selesai menyampikan paparannya, forum diskusi mengenai buku tersebut dibuka untuk mempertanyakan isi buku ataupun membandingkan buku tersebut dengan buku lainnya.(Azmi)

Previous Post

Komunitas Diskusi dan Identitas Mahasiswa

Next Post

Mahasiswa dan Pentingnya Kebersamaan dalam Mengisi Kemerdekaan

Related Posts

Liputan Diskusi

Bagja dan Visi Politik Generasi Muda HMI: Membangun Pemahaman Dinamika Politik untuk Masa Depan Bangsa

Februari 23, 2025
Liputan Diskusi

Sosialisasi Empat Pilar: Primus Yustisio Tekankan Pentingnya Persatuan di Ciseeng

Desember 17, 2024
Liputan Diskusi

Pilkada DKI Jakarta 2024: Menguatkan Demokrasi dan Menjaga Persatuan Warga

November 24, 2024
Liputan Diskusi

Visioner Indonesia Apresiasi PT Timah Gelar Pendidikan Inklusif Untuk Disabilitas

Juli 26, 2024
Liputan Diskusi

HMI Gelar Diskusi Publik Transformasi Digital UMKM Jadi Prioritas Penguatan Fondasi Ekonomi

April 3, 2024
Diskusi Pemilu 2024, FIMC: Pentingnya Menjaga Marwah Para Paslon Capres-Cawapres
Liputan Diskusi

Diskusi Pemilu 2024, FIMC: Pentingnya Menjaga Marwah Para Paslon Capres-Cawapres

Februari 7, 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

TERPOPULER

PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA CABANG JAKARTA UTARA GELAR NOBAR DAN DISKUSI FILM “PESTA BABI”: SOROTI KRISIS LINGKUNGAN DAN KEADILAN SOSIAL

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Kawal Gernas Migran Aman, JNPM Dukung Langkah Menteri Mukhtarudin

PKD Ansor Kabat Perkuat Wawasan Keindonesiaan dan Kebangsaan Kader Muda

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved