Pendiri WikiLeaks, Julian Assange berkata kepada televisi Prancis, Rabu lalu, bahwa sekarang saatnya bagi pemerintah-pemerintah di Eropa untuk mengambil langkah terhadap penyadapan yang dilakukan Amerika Serikat ke kawasannya.
Pernyataan Assange dilontarkan setelah pembocoran sejumlah dokumen yang menyebutkan Washington telah memata-matai tiga presiden Prancis yang kemudian memicu kemarahan baru kepada AS.
Berbicara kepada TF1, pegiat anti-kerahasiaan ini mendesak Prancis memimpin dan meluncurkan penyelidikan parlemen terhadap aktivitas spionase asing.
Sementara, Assange juga akan menyiarkan bocoran-bocoran penting lainnya yang menjadi buah hasil spionase asing.
Jaksa Penuntut Jerman telah memulai penyelidikan terhadap dugaan penyadapan ponsel Kanselir Jerman Angela Merkel. Namun, penyelidikan itu tidak diteruskan karena sedikitnya bukti kuat yang didapat.
Assange menyampaikan bahwa sebentar lagi akan diungkap suatu fakta penting tentang penyadapan AS.
Spionase Amerika di Eropa
“Saya pikir, dari perspektif kebijakan, apa yang akan (diungkapkan) mendatang akan jauh lebih penting daripada apa yang telah kita kemukakan sejauh ini,” kata Assange, dilansir NDTV.
“Namun, sekarang, pertanyaannya adalah, apa tanggapan Hollande (Presiden Prancis-red) dan pemimpin Prancis terhadap situasi ini,” lanjutnya.
Pemerintah Prancis mengemukakan kemarahannya pada Rabu lalu setelah dokumen-dokumen berlabel “Sangat Rahasia” yang bocor itu mengungkapkan bahwa AS mengintai Hollande dan dua presiden sebelumnya, Nicolas Sarkozy dan Jacques Chirac, antara tahun 2006 dan 2012. Pengungkapan itu dipublikasikan oleh WikiLeaks bersama surat kabar Prancis, Liberation, dan situs Mediapart.
Menteri Luar Negeri Prancis memanggil duta besar AS untuk Prancis untuk memberikan penjelasan resmi mengenai dokumen-dokumen tersebut. Sementara itu, Hollande menelepon Presiden AS Barack Obama. Presiden kulit hitam pertama AS itu menjamin bahwa pengintaian terhadap pemimpin negara-negara Eropa telah berakhir.
Namun, Assange menuding pemerintah AS memainkan “permainan kata-kata”, seperti yang terjadi setelah terungkapnya fakta bahwa AS “menguping pembicaraan” Merkel.
“Apa artinya kalau mereka berkata bahwa mereka tidak akan mengintai Hollande apabila mereka mengintai semua orang yang berbicara dengannya?” ujar Assange.
“Seluruh percakapan telepon yang disadap ini, yang kami publikasikan, adalah percakapan Hollande dengan seseorang, Sarkozy dengan seseorang, salah satu anggota pemerintah Prancis. Apa artinya kalau mereka berkata bahwa mereka tidak akan mengintai Hollande apabila mereka mengintai semua orang yang berbicara dengannya?” tutup Assange. (Safarianshah / AP)


