Mantan calon lawan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika maju sebagai calon ketua umum di Kongres Partai Demokrat (PD) di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu buka suara terkait kepengurusan PD hasil bentukan Ketua Umum SBY.
Ya, sahabat Anas Urbaningrum, I Gede Pasek Suardika memang sebelumnya berniat maju mencalonkan diri sebagai calon ketum PD, namun niatnya untuk ‘menantang’ SBY tidak bisa terlaksana karena terganjal syarat calon ketua umum yang menurut Pasek saat itu sudah dikondisikan.
Saat ini sahabat Anas Urbaningrum, mantan Ketua Umum PD itu memuji formasi kepengurusan partai bentukan SBY itu. “Saya kira formasinya mayoritas bagus,” seperti dilansir laman Kompas pada Minggu lalu. Pasek menaruh perhatian kepada posisi Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai berlambang bintang mercy itu. Menurut Pasek, keputusan SBY memberikan jabatan penting itu ke Hinca Pandjaitan merupakan langkah tepat.
Pasek beranggapan Hinca memiliki kemampuan pemahanan yang baik tentang hukum dan organisasi. Pasek menyindir posisi sekjen yang selama ini diisi oleh sang putra SBY, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas tidak berlangsung efektif karena si sekjen tidak memahami aspek legalitas organisasi dan banyak membuat masalah dalam sistem surat menyurat.
“Jadi SBY mendapatkan partner yang pas. Kelemahan selama ini Sekjen tidak paham aspek legalitas sehingga banyak masalah dalam surat menyurat partai,” kata Pasek menegaskan bahwa Ibas tidak paham tupoksinya sebagai sekjen.
Sahabat Anas Urbaningrum
Sahabat Anas Urbaningrum, Gede Pasek tetap mengkritisi budaya organisasi yang dibangun oleh SBY. Ia mengatakan tipe kepemimpinan SBY sangat bertolak belakang dengan cara memimpin sahabatnya, Anas Urbaningrum. “Tapi saya yakin bisa bersaing di Pemilu nanti. Hanya ya ketum sekarang mengambil pola winning take all dan bukan winning for all seperti tradisi PD selama ini, khususnya saat AU (Anas Urbaningrum) memimpin. Sharing dengan semangat kebersamaan sangat dominan,” kata Pasek seperti dilansir laman Tribunnews.
Susunan pengurus baru Partai Demokrat diisi enam wakil ketua umum di antaranya Syarief Hasan, Roy Suryo, Djoko Udjianto, Nurhayati Ali Assegaf, Cornel Simbolon, dan Mohammad Jafar Hafsah.






