Komdigi Sebut Konektivitas Digital RI Tembus 90% Lebih, Apa Iya?

Jakarta, 29 September 2026 – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengklaim cakupan konektivitas digital Indonesia telah menembus lebih dari 90 persen. Klaim ini disampaikan Wakil Menteri Komdigi, Angga Raka Prabowo, usai Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Bandung, Minggu (27/9/2026).

“Capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan, kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Wamen Angga.

Apa Dasar Angka 90 Persen?

Jika merujuk pada data resmi yang dipublikasikan pemerintah, klaim tersebut sebenarnya memiliki dasar yang cukup kuat. Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Agustus 2026 menyebutkan bahwa jaringan 4G telah menjangkau 98,94 persen masyarakat Indonesia . Sementara itu, jaringan serat optik telah mencapai seluruh 38 provinsi, 502 dari 514 kabupaten/kota, 5.319 kecamatan, serta 43.233 desa dan kelurahan .

Data Kementerian Komdigi juga menunjukkan bahwa lebih dari 80 persen penduduk Indonesia telah terhubung ke internet, sementara cakupan jaringan 4G telah melampaui 98 persen . Pemerintah juga tengah menyiapkan layanan internet berkecepatan hingga 100 Mbps dengan harga terjangkau bagi sekitar 10,8 juta rumah tangga .

Tapi, Ada Catatan Penting

Klaim konektivitas di atas 90 persen perlu dibaca dengan hati-hati. Ada perbedaan antara cakupan jaringan (coverage) dan penetrasi internet (actual usage). Cakupan 4G yang mencapai 98 persen berarti sinyal tersedia di wilayah tersebut, tetapi belum tentu semua orang di wilayah itu benar-benar menggunakan internet.

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet Indonesia pada 2026 mencapai 81,72 persen . Artinya, dari total populasi 287,89 juta jiwa, sekitar 235,26 juta jiwa telah menjadi pengguna internet aktif .

Survei APJII juga mengungkap kesenjangan antarwilayah yang masih lebar. DKI Jakarta memiliki penetrasi tertinggi, yaitu 92,57 persen, sementara Sulawesi Barat terendah dengan 54,25 persen . Provinsi dengan penetrasi rendah lainnya antara lain Papua Pegunungan (58,72 persen), Maluku (66,7 persen), dan NTT (70,91 persen) .

Masih Ada Ribuan Desa Blank Spot

Yang paling krusial, hingga 2026 masih terdapat 3.029 desa di Indonesia yang masuk kategori blank spot atau tanpa akses internet sama sekali . Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyebut angka tersebut mencerminkan ketimpangan nyata yang berdampak pada keterbatasan layanan pendidikan, ekonomi digital, hingga akses informasi masyarakat .

Pemerintah sendiri menargetkan 2.500 desa yang belum terhubung dapat menikmati layanan internet pada tahun 2026 . Namun, hingga saat ini, realisasinya masih terus dikejar.

Kualitas Masih Jadi Tantangan

Selain cakupan, kualitas konektivitas juga masih menjadi pekerjaan rumah. Kecepatan internet rata-rata nasional berada di kisaran 45 Mbps, masih di bawah rata-rata Asia Tenggara . Pemerintah menargetkan peningkatan hingga 100 Mbps dalam dua hingga tiga tahun ke depan .

Wamenkomdigi Nezar Patria mengakui bahwa di wilayah padat penduduk kualitas layanan relatif stabil, sementara di daerah terpencil penguatan infrastruktur terus dilakukan . Pemerintah juga tengah memanfaatkan frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan 4G dan menutup wilayah blank spot, serta frekuensi 2.600 MHz untuk mendorong kualitas 5G .

Kesimpulan

Klaim Komdigi bahwa konektivitas digital Indonesia menembus 90 persen benar dalam konteks cakupan jaringan (coverage). Namun, jika yang dimaksud adalah penetrasi internet aktual, angkanya lebih realistis di sekitar 81,72 persen . Yang lebih penting lagi, masih ada 3.029 desa blank spot dan kesenjangan kualitas antara wilayah perkotaan dan pedesaan yang signifikan. Jadi, angka 90 persen itu bukan salah—hanya saja, ia bercerita tentang jangkauan sinyal, bukan tentang seberapa banyak rakyat yang benar-benar terhubung dan merasakan manfaatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terkait

Terbaru