Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Pengamat : BIN tidak punya kewenangan dalam menangkap buronan

by Aulia Rachman Siregar
April 22, 2016
in HUKUM
Reading Time: 1min read
Pengamat : BIN tidak punya kewenangan dalam menangkap buronan
0
SHARES
23
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, IndonesiaVisioner-. Sidra Tahta Mukhtar Pengajar Politik Luar Negeri dan Keamanan di Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengungkapkan, Penangkapan Samadikun Hartono oleh BIN merupakan hal yang patut diapresiasi oleh kita semua. Sebagaimana diketahui, krisis ekonomi yang pernah kita alami disebabkan oleh kasus BLBI, dimana konglomerat-konglomerat sebagai debitor BLBI membawa kabur dana-dana negara ke luar negeri, salah satunya diinvestasikan ke Sanghai China.

Selain Singapura, Shanghai merupakan “surga” tempat investasi dan persembunyian konglomerat Indonesia.

“Saya pernah ke Sanghai, dan saya dengar bahwa sejumlah gedung tinggi di Sanghai juga merupakan buat investasi dari debitor BLBI” kata Sidra.

Pointnya adalah kita mengapresiasi kinerja pemerintah, khususnya BIN tentang penangkapan Samadikun. Cuman, yang perlu kita cegah adalah sejauhmana peran BIN dalam proses penagkapan itu. Karena dalam UU kita, BIN tidak boleh menangkap, kewenangan itu ada pada Polisi, Jaksa dan Hakim dalam sistem peradilan pidana (criminal justice system). Ungkap Dosen kepolisian itu di PTIK ini di Jakarta (22/4/2016).

Jangan sampai kinerja BIN yang berhasil mendeteksi posisi buronan BLBI Samadikun di China, lalu ternodai oleh peran BIN yang kebablasan. Tak perlu ada ekspos berita penangkapan BIN yang berlebihan.

“Namanya aja “intelijen” setiap tugas dan fungsinya harus dijamin rahasia. Dan tugasnya berhenti ketika aparatur hukum sudah mengambil alih wewenang sesuai aturan hukum yang berlaku” beber Sidra.

Sidra juga meminta agar BIN terus memburu buronan-buronan lain, sesuai kewenangan BIN. Sebab, BIN memiliki perwakilan disemua kedutaan Indonesia diluar negeri. (MR. Vis)

 

Previous Post

Percepat Holding BUMN, menggunakan Peraturan Pemerintah (PP)

Next Post

Viva Yoga: Stop penggusuran karena reklamasi

Related Posts

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi
HUKUM

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Mei 26, 2026
RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara
HUKUM

RUU Polri Jadi Inisiatif DPR, JAN: Momentum Emas Modernisasi Korps Bhayangkara

Mei 21, 2026
Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved