Visioner.id Jakarta- “Menurut sudirman said saat ini masih ada 12.659 desa di Indonesia yang belum terlayani listrik PLN dan diantaranya 2.519 masih gelap gulita di malam hari”
Jika kita melihat Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) dengan target pengembangan energi baru terbarukan sebesar 46 GW pada tahun 2025. Namun pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia masih sangat minim sekali kita baru memanfaatkan 8,66 gigawatt (GW) atau sekitar satu persen dari potensinya dari yang mencapai 801,2 GW.
Ari Bahari Direktur Pengelolaan Sumberdaya Alam lentera Institute J mengatakan, ika kita melihat data yang di keluarkan oleh Kementerian ESDM tercatat panasbumi memiliki potensi hingga 29,5 GW, namun baru termanfaatkan sebesar 1,44 GW (5 persennya). Adapun hidro memiliki potensi hingga 75 GW, namun baru 5,02 GW (7 persen) yang dimanfaatkan untuk PLTA, PLTM/H. Potensi bioenergi tercatat sebesar 32,6 GW, dan baru digunakan 1,74 GW (5,3 persen).
“Sementara energi surya atau matahari menyimpan potensi hingga 532,6 GWp dan baru dimanfaatkan sebesar 0,08 GWp (0,01 persen). Adapun potensi angin dan laut masing-masing sebesar 113,5 GW dan 18 GW. Akan tetapi, potensi tersebut baru termanfaatkan 6,5 MW (0,01 persen) dan 0,3 MW (0,002 persen),” Ungkap Ari di Jakarta, Kamis (21/7)
Lanjut Ari, Jika kita melihat data-data di atas memang jauh sekali dari apa yang di targetkan oleh pemerintah ditengah komitmen pemerintah untuk menurunkan efek rumah kaca sebanyak 29 persen dan masih banyaknya daerah-daerah yang belum teraliri listrik.
“Disinilah diperlukannya dukungan dari seluruh stakeholder untuk mendorong komitmen pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan tidak hanya dalam angka-angka saja,” tegas Ari. (Don/Vis)






