Oleh : Raji N Sitepu (Wakil ketua umum BM PAN)
Banyak orang menyimpulkan moralitas politik tak lagi ada, keadaban politik hanya diskursus yang tak kunjung usai dibicarakan diruang dan waktu yang berbeda. Mempercakapkan moralitas dianggap sesuatu yang absurd, pernyataan ini tidak berlaku bagi salah satu kader Partai Amanat Nasional bernama Saleh La Ela.
Benar bahwa dunia politik merupakan dunia persaingan, berebut pengaruh, simpati dan kekuasaan. Namun bagi saleh, tidak selamanya memperebutkan posisi tersebut orang mengadaikan integritasnya. Ada banyak pilihan jalan yang dimainkan secara elegan serta dengan cara-cara bermartabat.
Bagi Saleh politik bisa mengasah kepribadian yang agung bila yang dimunculkan adalah hal-hal konstruktif dan menghindari fitnah atas sesama umat manusia.
Konstruksi fikir sebahagian orang soal dunia dan pelaku politik harus dirubah. Politik mestinya diisi oleh mereka yang memiliki moralitas yang tinggi, keimanan yang mendalam dan keyakinan yang kuat. Hal ini dipadukan dengan visi dan misi yang menjawab realitas. Berpolitik tidak untuk menghancurkan, tetapi untuk mewarnai politik dengan moralitas, iman dan visinya.
Terhadap lawan-lawan politik, yang memfitnah, yang menjelek-jelekan dan yang menuduh tanpa bukti, hal ini dapat mengasah karakter kita untuk berlapang dada, mengasah ketenangan dan berargumentasi dengan data dan berfikir logis.
Bagi saleh Lawan-lawan politik bisa menjadi pesaing untuk menebar kebaikan dan amal ditengah-tengah masyarakat. Lawan-lawan politk menjadi pesaing untuk mengatur strategi pemenangan, publikasi, media dan pecintraaan. Maka dengan adanya lawan-lawan politik, kita akan menjadi pribadi yang terus berfikir, bekerja keras dan menjadi pribadi yang dinamis untuk mengembangkan kapabelitas personal dan institusi.
Akhirnya lawan politik yang cerdas akan membangun kecerdasan kita juga. Lawan yang tangguh akan membuat kita tangguh. Lawan yang hebat akan membuat kita hebat pula. Semuanya bersimbiosis, itulah kenapa tidak ada yang sia-sia dalam dunia politik. Dari sanalah kita bisa mengukur siapa konsisten, siapa khianat dan siapa yang amanah memengang janji-janji partai. Mengumbar kekuatan bisa jadi akibat kegelisahan berlebihan dan tak siap kalah, mengeksploitasi kelemahan bisa dianggap politisi karbitan. Dalam dunia politik, kuat dan lemah bisa saling mengkonversi menjadi menang dan kalah.
Dengan mendudukkan persoalan realitas politik dan moralitas politik secara proporsional. Kita akan bisa mengidentifikasi sumber kemacetan dalam peran-peran politik dan kerja-kerja politik. Kami hadir untuk menawarkan langkah kongkrit untuk perubahan organisasi kedepan, mengelaborasi visi dengan tunjuan partai, mengkongkritkan misi perjuangan yang diemban Partai Amanat Nasional ( PAN). Mengidentifikasi masalah yang dialami BM PAN sejauh ini serta menjawabnya. Melanjutkan kebaikan-kebaikan yang telah diwariskan kepengurusan sebelumnya.
Penulis adalah Ketua Tim pemenagan Saleh La Ela menjadi Ketua Umum BM PAN periode 2016-2021

