Jakarta, IndonesiaVisioner.-Menindaklanjuti laporan resmi terkait kasus dugaan penyelewengan anggaran pengadaan bibit bawang merah ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilakukan oleh aliansi masyarakat Bima-Jakarta pada tanggal 9 Desember 2016. Hari ini Selasa, (20/12/ 2017) beberapa tokoh muda Bima melakukan pertemuan dengan Wakil Ketua DPD RI Farouk Muhammad di Komplek DPR/MPR Senayan Jln. Gatot Subroto, Jakarta
Pertemuan ini dipimpin lngsung oleh Farouk Muhammad yang didampingi stafnya. Dan di hadiri unsur tokoh muda Bima di Jakarta yakni Adi Baiquni, Firdaus Djuwaid, Muslihun Yakob.
Menurut Adi Baiquni, pertemuan tersebut hanya ‘sharing’ terkait informasi kedaerahan, yaitu tentang isu-isu yang belakangan berkembangan di masyarakat NTB khususnya Bima, ditambah dengan permintaan kepeda Farouk Muhammad selaku anggota DPD asal NTB untuk mengawal kasus bawang merah di Bima yang telah berujung di KPK. Ungkap Adi
Lebih mendalam lagi diutarakan oleh Firdaus Djuwaid (Pengacara Jakarta asal Bima) bahwa ada dugaan unsur pidananya terkait pengadaan bibit bawang merah di Bima mulai dari regulasi tender, kelompok tani, bibit bawang dan waktu pembagian yang salah, serta dugaan unsur-unsur ‘mall administrasi’ dan pidana lainnya. Tegasnya
Dalam tanggapannya, Prof. Dr. Farouk Muhammad menyampaikan secara tegas bahwa untuk mencapai kesejahteraan masyarakat petani harus kita dorong, salah satunya adalah mendorong penegakan hukum. Tegas Farouk
“Saya tegaskan tidak boleh dibiarkan kejahatan terjadi sebab akan berdampak buruk bagi masa depan kita semua terutama nasib petani” tutupnya (AD.Vis)






