Jakarta – Ketua Kohati PB HMI melakukan kunjungan kerja ( audiensi ) dengan KPU RI dalam rangka menjalin sinergitas antar lembaga diantara Kohati PB HMI dan KPU RI
Masih kurangnya pendidikan politik ke kaum Perempuan sehingga minimnya keterwakilan perempuan dilembaga legislative sehingga di angkat menjadi issue sentral PB HMI periode 2018 – 2020 Saat berkunjung ke kantor KPU Ri, kata Siti Fatimah Siagian lewat pesan singkat yang diterima awak media di Jakarta ( 27/7/2018 )
Jika dilihat dari jumlah DPT di Indonesia yang dirilis oleh KPU, pemilih perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki, dengan rincian laki-laki sebanyak 75.975.607 dan perempuan sebanyak 76.081.447 pemilih
(sumber: https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/pemilih/dpt/1/nasional)
Katanya, melihat angka partisipasi di pilkada serentak dibeberapa daerah perempuan cenderung lebih tinggi daripada laki-laki, Tetapi hal ini tidak berbanding lurus dengan angka keterwakilan perempuan dilegislatif
Hal ini yang mendorong Kohati PB HMI untuk melakukan audiensi dengan KPU guna bersinergi meningkatkan partisipasi dan kualitas pemilih/peserta perempuan didalam pemilu.
Lanjutnya, Kohati sebagai lembaga pemberdayaan perempuan, memiliki fungsi dan peran meningkatkan kapasitas dan kualitas perempuan dalam segala aspek, tidak terkecuali dalam ranah politik.
Harus disadari bahwa keterlibatan perempuan dalam kancah politik, adalah pendukung demokrasi yang sangat potensial
untuk itu penguatan hak politik dan pendidikan politik bagi kaum perempuan harus didorong oleh semua lembaga Negara, terutama lembaga penyelenggara pemilu, tutupnya
Adapaun perwakilan dari KPU RI adalah Evi Novida Ginting dan Firyan Azis, mereka menyambut baik dukungan dari Kohati PB HMI
KPU, Dalam upayanya meningkatkan partisipasi perempuan, baik sebagai pemilih maupun sebagai peserta pemilu.
Evi , Dalam peraturan KPU (PKPU) pihaknya telah berupaya meningkatkan partisipasi perempuan, dengan mendorong agar kuota 30% berlaku secara merata dari Propinsi hingga ke kabupaten/kota.
Lanjutnya, Dalam hal peningkatan kualitas pemilih KPU terus melakukan pendidikan politik secara kontinyu melalui media center KPU.
Media center KPU menjadi sarana informasi yang sering dimanfaatkan pegiat pemilu dalam menyampaikan opini maupun pendidikan politik ke masyarakat, Media center kami ini terbuka bagi semua pegiat pemilu, tidak terkecuali Kohati tentunya agar dapat dimanfaatkan demi terciptanya pemilu yang aman, jujur dan adil, tutupnya






