Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

PEMILU SERENTAK 2019; IMF himbau Jangan Membawa Kampus Sebagai Kendaraan Politik

by Visioner Indonesia
Januari 17, 2019
in Nasional
Reading Time: 1min read
PEMILU SERENTAK 2019; IMF himbau Jangan Membawa Kampus Sebagai Kendaraan Politik
0
SHARES
18
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Momentum Politik Nasional Pemilihan Presiden dan wakil presiden akan berlangsung secara serentak bersamaan dengan pemilihan legislatif di setiap provinsi, dan kabupaten/kota tinggal menghitung bulan.

Ibrahim Malik Fatsey (IMF) menghimbau para pasangan calon baik presiden dan wakil presiden juga calon anggota legislatif tidak ikut-ikutan membawa kampus sebagai kendaraan politik pada momentum Pemilu 2019 nanti.

“Jangan membawa kampus sebagai kendaraan politik, kampus adalah tempat pendidikan, bukan partai politik atau relawan tertentu. jangan dirasuki dengan politik praktis” ucapnya

Sebelumnya, Mahasiswa Bung Karno biasa disapa IMF itu menyatakan generasi muda ditargetkan pada pemilu 2019 ini sebagai pemilih yang sangat dominan. Dari hal itu, kampus akan dijadikan target utama oleh pasangan calon. Sambungnya

Selain itu, Fatsey juga menghimbau agar Kementrian pendidikan dan perguruan tinggi (KEMENDIKTI) dan penyelenggaraan Pemilu secara langsung memberi teguran kepada rektor dan para dosen serta pasangan calon bila diketahui mengajak para mahasiswa untuk mengikuti pasangan calon tertentu.

“Kementrian Pendidikan dan Perguruan tinggi (KEMENDIKTI) dan penyelenggara pemilu harus tegas memberikan terguran hukum maupun sanksi akademik kepada para dosen dan pihak universitas juga pasangan calon bilamana diketahui melakukan kampanye didalam kampus pada momentum politik nasional di tahun 2019 ini” tegas IMF

Pun dia mengharapkan agar universitas dan mahasiswa tetap menjadi bagian dari penyeimbangan politik dan demokrasi Indonesia, dengan ikut memberikan pendidikan politik murni pada masyarakat, bukan dijadikan massa dan kendaraan politik oleh para aktor politik maupun pasangan calon.

“Mahasiswa dan kampus harusnya tetap menjadi penyeimbang politik dan demokrasi Indonesia, walaupun mempunyai hak politik. Demi menjaga kemurnian pendidikan Indonesia dari politik praktis yang domainnya diduga adalah kepentingan tertentu” Pungkasnya

Tags: #PEMILU2019IMF
Previous Post

Kabid PPD HMI Cabang Malang Angkat Bicara Soal Ojek online GRAB “Target Tarif Trip”

Next Post

Pidato Singkat Satria Tunggara O.R Tentang Pembangunan Daerah Kota Malang

Related Posts

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
Nasional

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

Juni 3, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana
Nasional

Harmoni Politik: Publik Membenarkan Penjelasan Dasco Terkait Keikhlasan Istana

Mei 21, 2026
Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani
Ekonomi

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

April 27, 2026
Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan
Nasional

Rapat Paripurna DPR Hari Ini: RUU PPRT dan RUU PSdK Disahkan

April 21, 2026
MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan
Nasional

MPR Puji Langkah Presiden Prabowo Prioritaskan MBG untuk Anak yang Membutuhkan

April 19, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved