JAKARTA – Momentum Politik Nasional Pemilihan Presiden dan wakil presiden akan berlangsung secara serentak bersamaan dengan pemilihan legislatif di setiap provinsi, dan kabupaten/kota tinggal menghitung bulan.
Ibrahim Malik Fatsey (IMF) menghimbau para pasangan calon baik presiden dan wakil presiden juga calon anggota legislatif tidak ikut-ikutan membawa kampus sebagai kendaraan politik pada momentum Pemilu 2019 nanti.
“Jangan membawa kampus sebagai kendaraan politik, kampus adalah tempat pendidikan, bukan partai politik atau relawan tertentu. jangan dirasuki dengan politik praktis” ucapnya
Sebelumnya, Mahasiswa Bung Karno biasa disapa IMF itu menyatakan generasi muda ditargetkan pada pemilu 2019 ini sebagai pemilih yang sangat dominan. Dari hal itu, kampus akan dijadikan target utama oleh pasangan calon. Sambungnya
Selain itu, Fatsey juga menghimbau agar Kementrian pendidikan dan perguruan tinggi (KEMENDIKTI) dan penyelenggaraan Pemilu secara langsung memberi teguran kepada rektor dan para dosen serta pasangan calon bila diketahui mengajak para mahasiswa untuk mengikuti pasangan calon tertentu.
“Kementrian Pendidikan dan Perguruan tinggi (KEMENDIKTI) dan penyelenggara pemilu harus tegas memberikan terguran hukum maupun sanksi akademik kepada para dosen dan pihak universitas juga pasangan calon bilamana diketahui melakukan kampanye didalam kampus pada momentum politik nasional di tahun 2019 ini” tegas IMF
Pun dia mengharapkan agar universitas dan mahasiswa tetap menjadi bagian dari penyeimbangan politik dan demokrasi Indonesia, dengan ikut memberikan pendidikan politik murni pada masyarakat, bukan dijadikan massa dan kendaraan politik oleh para aktor politik maupun pasangan calon.
“Mahasiswa dan kampus harusnya tetap menjadi penyeimbang politik dan demokrasi Indonesia, walaupun mempunyai hak politik. Demi menjaga kemurnian pendidikan Indonesia dari politik praktis yang domainnya diduga adalah kepentingan tertentu” Pungkasnya






