Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

by Visioner Indonesia
Juni 3, 2026
in Nasional
Reading Time: 2min read
“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas
0
SHARES
11
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA — Panggung politik nasional kembali disuguhi diskusi menarik mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia. Kritik yang dilayangkan mantan diplomat Dino Patti Djalal mengenai frekuensi lawatan internasional Presiden Prabowo Subianto segera memantik percikan tanggapan dari berbagai arah, termasuk dari mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang ikut turun gelanggang membela rekam jejak koleganya tersebut.

Namun, di tengah riuh pembelaan dan serangan balik yang sempat dilontarkan oleh Ketua Komisi III DPR Habiburokhman, publik disuguhi arah pandang yang jauh lebih dewasa. Sosok itu tak lain adalah Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

“Masukan yang substansi akan kami berikan ruang. Tapi pembatasan soal jumlah dan waktu kunjungan, itu tidak substantif,” tegas Dasco.

Langkah Dasco yang menempatkan efektivitas kunjungan presiden sebagai kebutuhan taktis dinilai sangat tepat. Di tengah ketidakpastian geopolitik global dan transisi ekonomi dunia, kehadiran langsung kepala negara di forum-forum strategis internasional bukanlah sekadar seremoni protokoler, melainkan jangkar penting demi mengunci stabilitas investasi dan pasokan domestik.

Ketua Aktivis Nusantara, Romadhon Jasn, melihat dinamika perdebatan ini dengan kacamata masyarakat sipil yang mendambakan diskusi bermutu. Menurutnya, respons yang ditunjukkan Dasco menjadi kompas penting agar publik tidak tersesat dalam perang argumen yang dangkal.

“Sebagai bagian dari masyarakat sipil, kami melihat penjelasan Pak Dasco sangat menyejukkan sekaligus mencerahkan. Menilai keberhasilan diplomasi global hanya dari hitungan angka hari di luar negeri adalah penyederhanaan masalah yang kurang adekuat,” ujar Romadhon kepada media, Rabu (3/6/2026).

Romadhon menambahkan, pembelaan Anies Baswedan terhadap kapasitas intelektual Dino tentu sah-sah saja dalam ruang demokrasi. Kendati demikian, kritik dari para senior diplomat seharusnya berfokus pada kualitas perjanjian internasional yang dibawa pulang, bukan menggeser perdebatan menjadi sentimen personal antarpengamat.

Dunia diplomasi modern bergerak sangat dinamis dan membutuhkan kehadiran fisik untuk membangun kepercayaan antarpemimpin dunia (personal chemistry). Ketika negara-negara lain berebut pengaruh di kancah global, sikap proaktif Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo justru menunjukkan bahwa kita tidak lagi sekadar menjadi penonton pasif.

“Ketika para elite parlemen mampu menjawab kritik lewat pemaparan data yang kokoh, publik mendapatkan keyakinan bahwa marwah luar negeri Indonesia sedang dijaga oleh tangan yang tepat,” pungkas Romadhon menutup pernyataannya.

Previous Post

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Next Post

Muncar

Related Posts

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Juli 18, 2026
Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan
Nasional

Kapolri Ingatkan Potensi Perpecahan, Saatnya Kita Perkuat Persatuan

Juli 15, 2026
Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi
Nasional

Gerindra Hormati Putusan MK: Pilkada Langsung Tetap Amanah Reformasi

Juli 7, 2026
JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat
Nasional

JAN: Ajakan Kapolri Jaga Persatuan Adalah Sikap Kenegarawanan yang Tepat

Juli 7, 2026
Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital
Nasional

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

Juli 4, 2026
Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing
Nasional

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Juli 4, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”

TERPOPULER

Wasit Final Piala Dunia 2026: Slavko Vincic

Hubungan Febrie Adriansyah dan Don Ritto: Satu Kampung

Alasan Prabowo Buka Opsi Pangkas Anggaran Pertahanan dan Polri

Alasan KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Antoni

118 Personel Tutup 20 Lubang Tambang Ilegal: Masyarakat Apresiasi Sinergi Antam-Aparat di Pongkor

Polda Metro Jaya Tuntaskan Pelimpahan Don Ritto, JAN: “Publik Kini Percaya pada Polri”

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved