Visioner.id Jakarta – Direktur Komunikasi Pemerintah dan Kebijakan Publik Lembaga Garuda Donggo-Jabodetabek menyoroti kasus dugaan korupsi di PT. Asuransi Jiwasraya yang skandal di beberapa bulan ini.
Fiqri mendesak kepada Presiden Jokowi untuk segera menuntaskan kasus tersebut dengan berbagai macam cara yang amat profesional menggunakan alat negara yang tersedia. Tegasnya.
Selain Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) apa tidak ada cara lain? seperti pembentukan Panitia Khusus (Pansus) yang di usul oleh kedua partai politik PKS dan Demokrat sebagai Lembaga Independen yang di pilih khusus untuk memberantas Korupsi kasus Jiwasraya, Kata Fiqri di Jakarta (25/02/2020).
“Soal pembentukan Pansus oleh Partai PKS dan Demokrat sebenarnya Jokowi tidak perlu berpikir sampai membutuhkan waktu yang sangat panjang. Kedua partai politik tersebut berniat baik“.
Fiqri menyarankan Kepada Presiden Jokowi segera mengatensi khusus agar kasus korupsi tidak semakin merajalela di Indonesia.
Menurut Fiqri, pemberantasan kasus Korupsi di Indonesia yang harus diutamakan. Karena Korupsi adalah musuh bersama, termasuk musuh pemerintah apalagi pembasmian korupsi adalah program perioritas pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.
Fiqri juga mengatakan memang benar kasus Korupsi Jiwasraya mulai sejak masa Presiden SBY. Tetapi Jokowi tidak seharusnya lepas tangan, apalagi yang berkuasa sekarang adalah beliau maka apapun alasannya pak Jokowi harus menuntaskan kasus yang merugikan negara ini, ujarnya.
Besar bicara saja Jokowi di hadapan publik ending akhirnya hening. Menurut Fiqri, katanya akan membabat habis para mafia koruptor, Jokowi juga hanya berani menuntaskan kasus Korupsi yg nilainya kecil. Itupun secuil saja.!, justru kasus yang besar ini harus menjadi skala prioritas sehingga visi dan misi Jokowi membumihanguskan Korupsi dapat terukur.
Selain mendesak Jokowi, Fiqri juga mendesak Menteri BUMN Erick Thohir agar tidak asal bicara saja yg pada dasarnya hening, karena Jiwasraya berada di bawah koordinasi Kementerian BUMN.
“Penuntasan kasus ini menjadi tantangan besar sekaligus batu uji keberhasilan Erick Thohir memimpin Kementrian BUMN yang merupakan sumber utama pendapatan negara,” Tutup Fiqri. (Adt).






