Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Mangrove Terancam Mati, Jong Halmahera 1914 Kritik Sikap Pemda.

by Visioner Indonesia
September 23, 2020
in Daerah
Reading Time: 2min read
Mangrove Terancam Mati, Jong Halmahera 1914 Kritik Sikap Pemda.
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Visioner.id, Maluku Utara – Serangan hama ulat di kawasan hutan bakau (Mangrove) Desa Guaemaadu, Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, menyebabkan ratusan pohon bakau (mangrove) terancam mati. Kondisi ini mengundang kritikan dari Jong Halmahera 1914 yang menganggap dinas terkait tak peduli terhadap kelangsungan lingkungan hidup.

Isra Muid, salah satu pengurus Jong Halmahera 1914 menuturkan, bahwa setelah mendapat laporan dari masyarakat setempat, kami langsung turun dan melihat kondisi hutan bakau tersebut. Kondisinya benar-benar kritis. Kami menyaksikan sendiri, ada serangan hama ulat yang memakan daun pohon mangrove dari satu pohon ke pohon lainnya. Hasilnya pohon bakau (mangrove) mengering dan terancam mati.

Lanjut Isra, kasus terancam matinya pohon bakau (mangrove) di pesisir desa Guaemaadu ini, sudah terjadi beberapa bulan yang lalu. Namun, sampai sekarang dinas terkait belum turun dan memastikan apa yang menyebabkan mengeringnya pohon-pohon bakau tersebut. Padahal pemandangan tak biasa ini akan terlihat jelas sekali, jika kita menuju ke pelabuhan Jailolo, atau sebaliknya. Jadi kami tak yakin, jika pemerintah daerah tak tahu menahu tentang kasus yang terjadi di pesisir Guaemaadu ini. Ketidakpedulian pemerintah daerah terhadap kasus ini, sama halnya pemerintah daerah tak miliki komitmen dalam menjaga kelangsungan lingkungan hidup.

Ditambahkan oleh Rian Samsudin, salah seorang masyarakat sekitar menjelaskan, bahwa pohon baku yang mengering serta menyisakan pohon dan cabangnya saja ini, terjadi sudah sekitar 1 bulan lebih, hampir masuk 2 bulan, jika tak salah. Rumah saya kan tepat berada di dekat pohon bakau, jadi saya dan keluarga setiap harinya harus membersihkan ulat yang masuk ke rumah dengan alat sapu. Kami jelas khawatir, jika ulat semakin banyak dan tak terkontrol, tentu dapat mengancam keselamatan kami. Jelasnya.

“Untuk itu kami berharap, pemerintah daerah dapat turun dan mencari solusi untuk membasmi ulat yang meresahkan masyarakat sekitar.” Tuturnya, pada hari Rabu, (23/09/2020). (*)

Previous Post

Melibatkan Politisi, PB HMI Desak KPK Supervisi Kasus Djoko Chandra

Next Post

PP KAMMI Dorong Indonesia Segera Gunakan BBM Ramah Lingkungan

Related Posts

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor
Daerah

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

Juni 6, 2026
LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu
Daerah

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Juni 1, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas
Daerah

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

Mei 25, 2026
Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus
Daerah

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

April 26, 2026
Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

TERPOPULER

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved