
Brebes,- Jury Ardiyantoro Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Informasi dan Komunikasi Politik menyampaikan Indonesia memiliki potensi sumber daya energi terbarukan dalam jumlah besar. Diantaranya akan segera diterapkan seperti biodiesel untuk pengganti solar, tenaga panas bumi, mikrohidro, tenaga surya, tenaga angin, bioethanol sebagai pengganti besin, serta tenaga baterai.
“Sekitar 40% cadangan energi geothermal dunia terletak di bawah tanah Indonesia, maka negara ini diperkirakan memiliki cadangan-cadangan energi geotermal terbesar di dunia dan karena itu memiliki potensi tinggi untuk sumber energi terbarukan”, ujar Juri saat menjadi Pematik Diskusi Pelayanan Publik di Brebes, Minggu, 17/04/2022.
Lebih lanjut Ia menjelaskan Indonesia memiliki sekitar 40% cadangan energi geothermal dunia terletak di bawah tanah Indonesia diperkirakan memiliki potensi tinggi untuk sumber energi terbarukan. Namun, sebagian besar dari potensi ini belum digunakan hanya sekitar 4-5% dari kapasitas geothermal yang dimanfaatkan.
“Potensi geothermal sebagai energi terbarukan yang besar dimiliki Indonesia belum dimaafkan seluruhnya hanya sekitar 4 sampai 4 persen saja”, ucapnya.
Juri menjelaskan Indonesia perlu mempercepat transformasi dari energi fosil ke energi terbarukan seperti bersumber dari baterai untuk penyediaan listrik sebagai upaya mitigasi perubahan iklim dan mencapai target mengurangi emisi karbon. Menurutnya dunia saat ini tengah menghadapi transformasi sistem energi. Dari energi fosil yang menghasilkan polusi udara menjadi energi terbarukan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
“Menghadapi traformasi tersebut salah satu yang dipersiapkan Indonesia bukan teknologi, infrastruktur ataupun aturan melainkan kesiapan masyakrat secara mental dan prilaku menggunakan energi serta proses yang akan dan harus dilalui”, ungkapnya.
Juri juga mengungkapkan bahwa sosialisasi tentang pengembangan kendaraan listrik energi ramah lingkungan sangat penting dilakukan selain untuk mendukung pelayanan publik juga mempersiapkan masyarakat agar siap untuk beralih untuk mengunakan energi terbarukan.
“Sosialisasi penting agar masyarakat Brebes kedepan dapat menerima perubahan dalam berbagai sektor terutama pada energi listrik misalnya kendaraan listrik dan lain-lain.
Di jateng saat ini pengunaan mobil listrik lebih mahal dan baru 18 orang semoga kedepan nanti lebih murah lagi”, akunya.
Ia juga mengatakan kendaraan listrik itu ramah lingkungan sehingga kualitas udara bersih dapat terjaga. Harga bahan bakar kendaraan listrik jauh lebih murah hingga seperlima dari harga BBM.
Untuk itu Presiden RI menerbitkan Perpres No 55 Tahun 2019 Tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (Battery Electric Vehicle) Untuk Transportasi Jalan. Maka semakin jelas arah landasan dan kepastian hukum program kendaraan listrik berbasis baterai ini.
“Pemerintah konsern dalam dukungan regulasi, peningkatan riset dan inovasi kendaraan listrik, grand design pengembangan kendaraan listrik, hilirisasi industri dan penyediaan supply kendaraan listrik yang disiapkan PLN,” katanya.
Kegiatan dengan tema Sosialisasi pengembangan kendaraan listrik energi ramah lingkungan untuk mendukung pelayanan publik diadakan di Hotel Grand Dian, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah oleh Visi Nusantara dan PCNJ Brebes Kegiatan tersebut dihadiri oleh M. Irwansyah Putra (General Manaer PLN Unit Induk Distribusi Jawa Tengah dan D.I.Y), Idza Priyanti (Bupati Brebes), Hery Susanto (Anggota Ombudsman Republik Indonesia), Jury Ardiyantoro (Deputi IV Kepala Staf Kepresidenan Informasi dan Komunikasi Politik), Suparje Wardiyono (Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Tegal) Dr. Budi Ajar (Akdemisi Universitas Muhadi Setia Budi Brebes), serta H. Samsul Maarif (Ketua PCNU Brebes).
