
Jakarta, Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia Akril Abdillah menilai gagasan Aktivis preneur yang diusung oleh Ryano Panjaitan merupakan ide brilian. Pasalnya ide tersebut hadir untuk membangun kesadaran beberapa aktivis yang masih berkutat dan terjebak dalam perjuangan seremonial ke perjuangan yang nyata.
“Kami mendukung terobosan Ryano Panjaitan tentang aktivis preneur, ini adalah ide brilian dalam membangun kesadaran aktivis untuk menjadi aktivis sekaligus pengusaha”, ucap Akril saat dihubungi Selasa, 17/05/2022.
Lebih lanjut Alumni Universitas Jayabaya mengungkapkan Ryano Panjaitan menginginkan aktivis tidak hanya dikenal di panggung demonstrasi namun dapat dikenal sebagai pengusaha yang memiliki kemandirian ekonomi. Jika gagasan besar Activistpreneur berjalan akan menjadi lokomotif gerakan baru yang kemudian menjelma menjadi kekuatan besar di abad 21.
“Aktivis mesti memiliki kemandirian ekonomi yang tidak sekedar mengejar politik kekuasaan jabatan yang bermuara pada pragmatisme”, ucapnya.
Menurut Akril jika aktivis mampu mengkolabirasikan antara jiwa aktivis dan jiwa preneur seperti gagasan besar Ryano Panjaitan maka penghancuran terhadap oligarki sebagai the big other yang mendominasi masyarakat yang kerap diteriakan selama ini dalam setiap unjuk rasa akan tercapai.
“Jika Jiwa aktivis dan jiwa preneur dapat dikolaborasikan maka tujuan-tujuan perjuangan selama ini dalam melarang persekongkolan dalam oligarki dapat tercapai”, ujarnya.
Akril menyatakan di era industri 4.0 sudah saatnya aktivispreneur merangsek masuk menembus batas-batas, merebut pos-pos ekonomi dan kaya diusia muda, agar lebih mudah masuk dan mengakhiri pemufakatan jahat yang sering terjadi antara penguasa dan pemodal.
“Aktivis harus menjadi pengusaha agar lebih muda merebut kekuasaan baik itu eksekutif dan legislatif”, ucapnya.
Untuk diketahui Ryano Panjaitan Ketua Umum DPP KNPI terpilih mendorong spirit pergerakan pemuda melalui terobosan aktivis preneur sebagai lokomotif agen transformasi digital di era 4.0 menuju era society 5.0. Gagasan besar ini akan mejadi diskursus publik guna mendorong trasformasi politik kekuasaan menuju politik kesejahteraan dan memajukan Indonesia Satu Abad Republik Indonesia di 2045.
