
Jakarta, Konflik antara Rusia dan Ukraina yang telah berlangsung beberapa bulan ini telah membuat pasar minyak dan gas global berada dalam situasi yang tidak stabil. Situasi tersebut tentu juga berimbas pada negara Indonesia.
Menanggali hal tersebut Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia meminta pemerintah untuk segera memberi suntikan dana kepada Pertamina. Pasalnya kenaikan harga minyak dunia yang dipicu oleh konflik Rusia dan Ukraina membuat arus kas operasional Pertamina akan jebol.
“Kami meminta Pemerintah dalam hal ini menteri Keuangan untuk segera memberi suntikan dana segar kepada Pertamina, agar arus kas diakhir tahun tidak mengalami defisit, ucap Akril saat dihubungi Media, Jum’at, 20/05/22.
Akril mengatakan dana segar yang akan diberikan pada Pertamina dapat memperkuat struktur keuangan perseroan dalam mengeksekusi program-programnya. “Dana segar sangat penting untuk memperkuat struktur Keuangan Pertamina ditengah gejolak harga minyak dunia yang merosot”, ucap Akril.
Alumni Universitas Jayabaya mengungakapkan bahwa harga minyak mentah dunia per Jum’at, 20 Mei 2022 ditransaksikan dengan harga US$ 111,23 per barel atau naik 0,72% dibandingkan perdagangan hari sebelumnya. Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditransaksikan dengan harga US$ 108,7 per barel, atau naik 1,08% dibanding hari sebelumnya
“Harga Minyak mentah Brent naik 0,72 persen dan minyak mentah WTI naik 1,08 persen dibanding hari sebelumnya”, tuturnya.
Visioner Indonesia berharap pemerintah segera memberikan suntikan dana kepada Pertamina melalui penyertaan modal negara (PNM). Menurut Akril seperti yang dikatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa bila Pertamina tidak segera mendapat dana segara maka diperkirakan Arya kas pada Desember mengalami defisit sampai USD 12,98 miliar.
“Kami harap Pemerintah segera memberi suntikan dana kepada Pertamina agar tidak mengalami defisit, karena seperti kita ketahui bahwa per Maret 2022 kemarin arus kas Pertamina sudah negatif”, tutupnya
