
Jakarta, Media sosial heboh dengan konvoi rombongan pemotor dengan membawa atribut bertuliskan ‘Kebangkitan Khilafah’ di Cawang, Jakarta Timur (Jaktim). Dalam beberapa atributnya, mereka mengkampanyekan tegaknya sistem khilafah sebagai solusi umat yang dilakukan oleh kelompok Khilafatul Muslimin.
Menurut Amir Khilafatul Muslimim DKI Jakarta konvoi menggunakan sepeda motor untuk menyiarkan khilafah telah dilakukan pihaknya sejak tahun 2018 silam.
Menanggapi hal tersebut Sekretaris Jenderal Visioner Indonesia Akril Abdillah meminta Presiden Joko Widodo Mengevalusi bawahannya dalam hal keamanan. Pasalnya konvoi yang dilakukan kelompok Khilafatul Muslimin sudah berlangsung sejak tahun 2018 artinya deteksi dini Badan Intelejen Negara (BIN) Baintelkam Polri dan Badan Nasional Penangulangan Terorisme (BNPT) perlu dipertanyakan.
“Kami mempertanyakan deteksi dini BIN, Baintelkam Polri dan BNPT terhadap gerakan yang dilakukan kelompok Khilafatul Muslimin, ini masalah sangat serius, kok bisa kecolongan ?? Sementara gerakan ini sudah dilakukan sejak tahun 2018”, ucapnya Akril saat dihubungi, 01/05/2022.
Lebih lanjut Akril mengatakan bukan kita menggangap aparat tidak bekerja namun kita berikan penilaian yang objektif. Evaluasi dalam artian memberi masukan untuk penguatan lembaga atau kekuasaan dalam hal lebih dari pada mencegah saja. Karena jika dilihat dari grafis, gerakan intoleran terus meningkat.
“Bukan kami menganggap aparat tidak bekerja namun hanya memberikan penilaian objektif, evaluasi yang disampaikan dalam artian memberi masukan untuk penguatan lembaga atau kekuasaan dalam hal lebih dari pada mencegah, karena dalam grafis gerakan intoleran terus mengalami peningkatan”, tuturnya.

Akril meminta Polri untuk segera menggambil dengan memanggil dan meminta keterangan rombongan pemotor dengan membawa atribut bertuliskan ‘Kebangkitan Khilafah’ pasalnya mengkampanyekan tegaknya sistem khilafah sebagai solusi umat yang dilakukan oleh kelompok Khilafatul Muslimin bertentangan dengan Pancasila.
“Kami harap Polri segera bertindak meminta keterangan para pemotor yang mengkampanyekan Khilafah, agar ditahu motif dan tujuan mereka sebenarnya”, tuturnya.
Menangkal Radikalisme Dengan Mengamalkan Pancasila
Akril mengatakan bahwa di momentum peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 2022 harus ada reaktualisasi Pancasila dalam menjalan kehidupan berbangsa dan bernegara.Pancasila menjadi jiwa keseluruhan bangsa dalam bertindak dan bersikap, karena salah satu upaya menangkal radikalisme ialah pengamalan nilai dari Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
“ Visioner Indonesia merekomendasikan narasi alternatif di Hari Pancasila dengan puasa melakukan perbuatan yang bertentangan dengan nilai-nilai yang tergantung dalam Pancasila”, pungkasnya.
