
Jakarta, Ketua HMI Cabang Jakarta Usman Khalid menyampaikan, Menuju tahun 2045, Indonesia memiliki visi untuk menjadi negara maju dan masuk kedalam 5 (lima) peringkat kekuatan ekonomi dunia dengan kualitas manusia yang unggul dan sejahtera. Strategi prioritas Pemerintah yang menjadi “game changer” menuju Visi Indonesia 2045, salah satunya dengan transformasi digital.
Hal tersebut disampaikannya saat melaksanakan kegiatan Diskusi Publik 2024 bertajuk “Transformasi Digital UMKM Jadi Prioritas Penguatan Fondasi Ekonomi” pada Jumat (29/03/2024).
“Digitalisasi akan menjadi kekuatan utama dalam membawa negara kita ini dalam arus besar perubahan dunia. Penguasaan literasi saat ini sudah berkembang, pada zamannya literasi yang mesti dikuasai adalah baca, tulis, dan hitung,” kata Usman.
Ia menyampaikan untuk mencapai transformasi digital, perlu dilakukan akselerasi pengembangan ekonomi digital di setiap sektor-sektor ekonomi, guna mendorong peningkatan daya saing dan pembangunan jangka panjang.
Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) telah memberikan kontribusi
sebesar 61% terhadap PDB atau setara Rp8.573 triliun dan menyerap tenaga
kerja sebesar 97% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.
“Melihat besarnya kontribusi UMKM terhadap perekonomian, Pemerintah terus memberikan perhatian untuk pengembangan sektor UMKM. Bahwa pengembangan UMKM tidak hanya dalam bentuk bantuan pembiayaan, namun juga perlu diperkuat dengan pemahaman literasi digital”, tuturnya.
Bidang Peneliti Indonesia Visioner, Didik alam menjelaskan Presiden Joko Widodo juga menargetkan 30 juta pelaku UMKM untuk Go-
Digital di tahun 2024. Namun saat ini, masih 24% dari total pelaku UMKM yang
sudah memanfaatkan terknologi digital dengan berjualan di berbagai platfrom e-commerce. Padahal berdasarkan laporan Google, Temasek dan Bain, Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital senilai USD 124
miliyar di tahun 2025.
“Karena angka tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi digital tertinggi di
kawasan regional dan merupakan peluang besar bagi sektor UMKM untuk melakukan transformasi digital, mengisi marketplace, dan menjadi bagian dari rantai pasok global”, paparnya.
Ia mengatakan Digitalisasi bagi UMKM akan memudahkan dalam melakukan sinergi dengan
berbagai produk jasa keuangan, utamanya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Saat ini sudah banyak bank umum yang mengembangkan digital banking agar dapat menyasar pasar yang lebih luas. Sektor UMKM
dapat memanfaatkan platform tersebut sebagai bentuk implementasi digitalisasi keuangan.
“Selain bantuan pembiayaan, berbagai kemudahan juga diberikan Pemerintah
seperti pendaftaran perizinan secara elektronik, fasilitasi standardisasi dan sertifikasi untuk ekspor, akses pembiayaan dan penjaminan, serta pengutamaan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah maupun BUMN”, tutupnya.
Tentu kami panitia acara HMI, ucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang sudah hadir langsung diarena, serta pihak-pihak yang sudah dan telah berkontribusi serta membantu terselenggaranya acara ini, terutama kepada pihak Otoritas Jasa Keuangan sebagai sponsor.

