
Forum Pemuda Madura Bersatu mendatangi gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Aksi Demontrasi menyikapi Kasus dugaan korupsi dana CSR Bank Indonesia yang merugikan negara triliunan rupiah
“Kami datang untuk merespon indikasi dugaan tindak pidana korupsi dana CSR Bank Indonesia (BI) yang nilainya tak tanggung-tanggung mencapai hingga triliunan rupiah, kami datang kesini karena ada dugaan keterlibatan wakil rakyat kami yakni Willy Aditya, karena beberapa waktu lalu Anggota DPR RI Willy Aditya, tengah menjadi sorotan setelah dugaan keterlibatannya dalam kasus korupsi dana CSR BI mencuat ke publik. Kasus ini menjadi perhatian besar setelah laporan yang menyebutkan adanya aliran dana CSR BI yang diduga disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Menurut Koordinator Aksi, Hisyam Rosyidi Dugaan penyalahgunaan dana ini muncul setelah sejumlah sumber mengungkapkan bahwa sebagian dana yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat justru mengalir ke pihak-pihak yang tidak berhak. Anggota DPR RI Willy Aditya Komisi XI 2019-2024 sebelumnya, saat ini menjadi ketua Komisi XIII DPR RI disebut sebagai salah satu pihak yang diduga terlibat dalam praktik korupsi tersebut. Kata Hisyam dalam orasinya depan KPK
Hal tersebut sangat disayangkan dan membuat masyarakat kecewa disisi lain Willy Aditya selaku DPR RI representasi dinilai buruk dan tidak memberikan kontribusi banyak untuk masyarakat Madura sejak terpilih menjadi anggota DPR RI di Dapil Madura, jarang terlihat batang hidungnya untuk menyerap aspirasi masyarakat Madura.” Kekecewaan mereka terhadap anggota dewan Willy Aditya sudah tidak bisa dibendung karena saudara Willy jarang turun reses ke tanah Madura
“Maka kami selaku pemudanya dan mahasiswa akan mengkawal dugaan kasus korupsi Willy Aditya sampai tuntas ke meja hukum bahkan jika diperlukan akan menyeret dari tanah Madura melalui parlemen jalanan.”
Koordinator lapangan secara tegas menyampaikan bahwa akan mengkawal kasus dugaan korupsi dana CSR BI sampai tuntas bahkan akan menyeret saudara Willy dari tanah Madura sebagai bentuk kekecewaan mereka. Imbuh Hisyam
kasus ini telah menarik perhatian publik dan mendatangkan sorotan tajam dari berbagai pihak, termasuk lembaga anti-korupsi. Penegak hukum diharapkan segera melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap kebenaran di balik dugaan ini dan memberikan keadilan bagi masyarakat.
“Kami tidak butuh wakil rakyat yang tidak tau diri, wakil rakyat yang hanya menyengsarakan rakyat, tidak pernah turun ke Madura dan merampok uang negara, kami sangat malu sebagai rakyat Madura atas kejadian tersebut. “
Pemuda dan mahasiswa Madura sangat malu atas tindakan anggota dewan Willy Aditya, tutup korlap pada aksi hari ini.
