Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Jaksa Mulai Penyelidikan Investasi Telkom di GoTo

by Visioner Indonesia
November 11, 2025
in BUMN
Reading Time: 3min read
0
SHARES
64
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Kejaksaan Agung akhirnya mengakui Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) sudah membuka penyelidikan dugaan korupsi pada keputusan investasi PT Telkom Indonesia (TLKM) di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Akan tetapi, korps adhyaksa tersebut masih menutup rapat perkembangan penyelidikan tersebut.

“Terkait investasi Telkom ke GoTo masih penyelidikan. Jadi masih tertutup,” kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejaksaan Agung, Anang Supriatna dikutip, Senin (10/11/2025).

Kabar pengusutan dugaan korupsi tersebut terkuak usai kejaksaan mengusut dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi pada 2020-2022. Pada saat itu, penyidik sempat tiba-tiba menggeledah kantor GoTo dan memeriksa sejumlah mantan petinggi startup tersebut; namun belum pernah menjelaskan secara detil apa kaitan GoTo dengan kasus yang merugikan negara Rp1,9 triliun.

Keputusan investasi Telkomsel di Gojek pada 2020 memang sempat mendapatkan sorotan di masyarakat karena besarnya investasi tersebut. Sebagian mempertanyakan apakah aksi korporasi tersebut sudah memperhitungkan mitigasi yang matang dan mengkhawatirkan adanya konflik kepentingan di balik keputusan itu. Bahkan, pada Agustus 2022, Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat sempat melakukan rapat dengar pendapat umum (RDPU) panitia kerja untuk menganalisis aksi korporasi tersebut. 

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Bursa Efek Indonesia Iman Rachman menjelaskan kronologi keputusan investasi itu. Aksi korporasi kedua entitas bermula pada 16 November 2020, di mana Telkomsel melakukan transaksi investasi pada PT Aplikasi Karya Anak Bangsa dalam bentuk convertible bond (CB) tanpa bunga sebesar US$150 juta (atau sekitar Rp2,1 triliun dengan asumsi kurs saat itu) yang akan jatuh tempo pada 16 November 2023. Dalam perjanjiannya, Telkomsel memiliki opsi untuk membeli tambahan saham PT Aplikasi Karya Anak Bangsa sebesar US$300 juta (sekitar Rp4,3 triliun). 

Pada 17 Mei 2021, PT Aplikasi Karya Anak Bangsa melakukan penggabungan (merger) dengan Tokopedia yang menyebabkan convertible bond milik Telkomsel dikonversi menjadi saham PT Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). Convertible bond akan dikonversi menjadi saham sesuai dengan perjanjian pemesanan saham. 

Pada 18 Mei 2021, convertible bond sebesar US$150 juta (Rp2,1 triliun) tersebut dikonversi menjadi saham GoTo. Telkomsel juga melaksanakan opsi beli yang dimiliki untuk membeli tambahan saham GoTo sebesar US$300 juta (Rp4,3 triliun), yang dikonversi juga menjadi saham sebagai kelanjutan convertible bond pada 2020. Sehingga, total kepemilikan saham GoTo oleh Telkomsel sebesar 89.125 lembar saham (sebelum stock split) dengan nilai sebesar US$450 juta (Rp6,4 triliun). 

Lebih lanjut, menyitir laporan keuangan PT Telkom Indonesia Tbk – induk usaha Telkomsel – terdapat kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GoTo sebesar Rp881 miliar per 31 Maret 2022. Padahal, pada saat itu, Telkomsel menggunakan penilaian bahwa nilai wajar investasi di GoTo dengan menggunakan nilai penawaran saham pada saat initial public offering (IPO) sebesar Rp338 per saham. 

Bahkan hingga 2025, Investasi PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) belum sepenuhnya menguntungkan. Ini menjadi alasan perusahaan akan terus mengevaluasi investasinya tersebut.

Investasi TLKM di GOTO dilakukan melalui Telkomsel. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I-2025, Telkomsel menilai wajar investasi di GOTO masing-masing Rp83/saham dan Rp70/saham masing-masing di periode 31 Maret 2025 dan 2024.

Sehingga, jumlah keuntungan yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel pada GOTO untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2025 sebesar Rp308 miliar. Sementara, jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar untuk periode 2024 sebesar Rp403 miliar.

Previous Post

Profil Arif Satria: Rektor IPB jadi Kepala BRIN

Next Post

Berkas Nadiem Makarim cs Masuk Penuntutan, Segera Disidang

Related Posts

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM
BUMN

Gagas Nusantara Imbau Publik Tak Terprovokasi Hoaks Pembatasan BBM

Mei 22, 2026
Harga Emas Turun, Dibanderol Rp3,122 Juta per Gram
BUMN

Emas Antam To The Moon Rekor Rp2,8 Juta, Tapi Saham ANTM Malah Longsor 17%! Ada Apa?

Mei 21, 2026
1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M
BUMN

1,2 Juta Barel Minyak dari Tanker Iran Sitaan RI Dilelang Rp879 M

April 27, 2026
Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab
BUMN

Sistem Kelistrikan Jakarta Pulih, PLN Investigasi Penyebab

April 24, 2026
Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta
BUMN

Komisi VI DPR RI Soroti Keandalan Listrik PLN di Jakarta

April 24, 2026
BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif
BUMN

BP BUMN kawal pertumbuhan ekonomi yang fundamental dan inklusif

April 24, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved