Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Gebrakan ‘Hati’ Mas Pram: Larang Kembang Api demi Empati, Tegas Jaga Napas Ekonomi Jakarta

by Visioner Indonesia
Desember 30, 2025
in Daerah
Reading Time: 3min read
0
SHARES
42
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah berani dan tak biasa di penghujung tahun 2025. Alih-alih mengejar kemeriahan semu, Mas Pram sapaan akrabnya memilih menonjolkan empati dan logika teknokratis dalam memimpin Jakarta. Keputusan ini memicu gelombang apresiasi dari publik yang merindukan kepemimpinan pragmatis namun tetap berkepekaan sosial tinggi.

Kebijakan yang paling menyita perhatian adalah larangan pesta kembang api besar di hotel dan ruang publik. Pramono menegaskan Jakarta, sebagai ibu kota, harus menunjukkan solidaritas nasional saat saudara sebangsa di Sumatera masih berjuang bangkit dari bencana alam. Jakarta tidak lagi tampil sebagai kota yang larut dalam hura-hura, melainkan sebagai pusat simpati dan empati bagi daerah lain.

Ketua Umum Jaringan Masyarakat Madura Jakart (JAMMA) yang konsen kawal pembangunan Jakarta, Edi Homaidi, menilai langkah ini sebagai sinyal kepemimpinan yang matang dan berkarakter.
“Pramono Anung menunjukkan kelasnya sebagai pemimpin yang berani mengambil risiko tidak populer. Larangan kembang api bukan soal mematikan hiburan, tetapi tentang narasi kepemimpinan yang punya sense of crisis. Ini jarang kita lihat pada pemimpin yang biasanya hanya mencari panggung di malam tahun baru,” ujar Edi, Selasa (30/12/2025).

Ketegasan Pramono juga diuji dalam penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI 2026. Di tengah aksi unjuk rasa buruh, ia tetap menetapkan angka Rp 5,7 juta sebagai titik keseimbangan paling realistis. Kebijakan ini dinilai sebagai langkah penyelamatan agar sektor ritel dan UMKM Jakarta tidak terjerumus dalam gelombang PHK akibat lonjakan beban operasional.

Sebagai kompensasi atas UMP yang dianggap belum ideal oleh sebagian buruh, Pramono justru memperkuat jaring pengaman sosial. Pemprov DKI menambah subsidi transportasi gratis, pangan murah, hingga jaminan air bersih bagi keluarga pekerja. Strategi ini dirancang agar daya beli buruh tetap terjaga tanpa mematikan denyut dunia usaha yang masih dalam fase pemulihan.

Menurut Homaidi, sikap Pramono dalam dilema upah mencerminkan cara berpikir teknokrat yang matang dan jauh dari populisme instan.
“Dia tahu kapan harus mengedepankan empati dan kapan harus berpegang pada logika angka. Soal upah, Pramono memilih jalan tengah demi stabilitas ekonomi Jakarta. Dia lebih memilih dikritik sekarang daripada melihat Jakarta lumpuh akibat PHK massal tahun depan,” tambahnya.

Tak hanya fokus pada urusan internal, Pramono juga menampilkan peran Jakarta sebagai “kakak” bagi daerah lain. Pemprov DKI menghibahkan 14 unit mobil pemadam kebakaran layak pakai ke berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Langkah ini mempertegas Jakarta sebagai mitra nasional, bukan kota eksklusif yang berjalan sendiri.

Edi Homaidi menilai diplomasi antar-daerah ini sebagai poin strategis yang memperkuat citra Jakarta secara nasional menjelang 2026.
“Hibah armada damkar adalah pesan politik yang kuat. Jakarta di bawah Pramono tampil sebagai ‘kakak pelindung’, menghapus stigma kesombongan ibu kota dan menggantinya dengan kolaborasi nyata yang sangat membantu daerah,” ujarnya.

Meski langit Jakarta tak dihiasi ledakan kembang api tradisional, Pramono memastikan warga tetap menikmati hiburan berkelas. Pertunjukan ribuan drone dan video mapping disiapkan di sepanjang Sudirman–Thamrin sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan.
“Kita tetap meriah, tapi dengan cara yang lebih beradab dan santun terhadap kondisi bangsa,” tegas Pramono di Balai Kota.

Dengan berbagai dinamika tersebut, Jakarta menutup 2025 dengan rapor cukup hijau di mata publik dan analis. Di bawah kepemimpinan Pramono Anung, ibu kota bersiap menyongsong 2026 dengan optimisme baru tetap bersinar, tanpa kehilangan rasa kemanusiaan.

Tags: Edi homaidiJakartajammapramono
Previous Post

Program Servis Motor Gratis Polri untuk Korban Banjir Sumatra Tuai Apresiasi dari Masyarakat

Next Post

JAMMA Dukung Program Pemutihan Ijazah Pramono Anung sebagai Solusi Masa Depan Anak Bangsa

Related Posts

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu
Daerah

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Juni 1, 2026
Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas
Daerah

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

Mei 26, 2026
Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas
Daerah

Dasco di Manado: Menjaga Soliditas, Merawat Stabilitas

Mei 25, 2026
Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus
Daerah

Oknum Anggota DPRD Sultra Diduga Gelapkan Pajak Melalui Yayasan/Kampus

April 26, 2026
Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono
Daerah

Optimisme Pengelolaan Sampah: JAMMA Dukung Transformasi Hilirisasi Gubernur Pramono

April 15, 2026
Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau
Daerah

Macet Pengaruhi Kenyamanan Wisata Bali, ‘Water Taxi’ Ditekankan Terjangkau

April 11, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

TERPOPULER

“Bukan Hitungan Hari, Tapi Bobot Negeri” Dasco Ajak Debat Diplomasi Naik Kelas

LHK: Stabilitas Pemerintahan Kota Kendari Tetap Terjaga di Tengah Berbagai Isu

Polemik Pernyataan Wamentan soal Petani Happy, Publik Diminta Baca Utuh Konteksnya

Yeka Hendra Fatika Ombusdman jadi Tersangka Perintangan Penyidikan Korupsi

Airlangga Pastikan Tekanan Rupiah Terkendali, Beda 2004-2014

Masyarakat Sumatera Mulai Rasakan Percepatan Pemulihan, Dasco Terus Kawal Satgas

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved