Jakarta – Kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) dari Indonesia menjadi salah satu kapal yang melintasi Selat Hormuz. Berdasarkan penelusuran Bloomberg, kapal tersebut sudah terlihat melakukan pergerakan sejak kemarin.
Namun, sepertinya ke depan wilayah ini kembali menjadi ‘daerah panas’. Sebab, pembukaan kembali Selat Hormuz ternyata tidak bertahan lama.
Pertamina International Shipping secara aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, salah satunya dengan Kementerian Luar Negeri yang membantu menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait. Selain itu, perusahaan juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal (ship management), pemilik kargo, serta otoritas setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh prosedur perizinan dapat terpenuhi dengan baik.
Kapal Gamsunoro melayani kargo milik konsumen pihak ketiga atau third party. Sementara itu, Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah atau light crude oil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Akan tetapi, sepertinya kini Selat Hormuz kembali memanas. Kemarin, Iran kembali menutup selat itu seiring Israel yang lagi-lagi menyerang Lebanon.
“Dengan pelanggaran kepercayaan dan propaganda yang sudah terjadi berulang kali, Selat Hormuz diblokade kembali,” tegas Mehdi Tabatabaei, Juru BIcara Kepresidenan Iran, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran mengeluarkan peringatan bagi kapal-kapal agar tidak angkat jangkar dari Teluk Persia dan Laut Oman. Mendekati Selat Hormuz akan sama saja dengan “bekerja sama dengan musuh, dan kapal yang melanggar akan menjadi target”.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pun bereaksi. Trump menegaskan akan terus berunding dengan Teheran.
“Mereka ingin kembali menutup selat tersebut, dan mereka tidak bisa memeras kami. Kami sedang berbicara dengan mereka, kami bicara dengan prinsip yang tegas,” tutur Trump kepada para jurnalis, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.






