Pringsewu, 15 Agustus 2026 – Masyarakat Desa Lugusari, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, Lampung, kini memiliki keterampilan baru: membuat plester herbal berbahan tanaman lokal. Pelatihan ini diinisiasi oleh dosen Program Studi Teknik Biomedis Institut Teknologi Sumatera (Itera) bersama mahasiswa KKN-17 Rekognisi Teknik Biomedis 2026, dan diikuti oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Lugusari .
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), Endah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengenalkan pemanfaatan bahan alam sebagai alternatif produk perawatan luka mandiri. “Kami memanfaatkan biomaterial berbasis pati singkong dan tanaman herbal lokal seperti kunyit, umbi dewa, dan sambiloto,” ujarnya .
Praktik Langsung dari Pengolahan hingga Pengemasan
Dalam pelatihan yang berlangsung pada awal Agustus 2026 ini, warga tidak hanya diberikan teori, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung seluruh proses pembuatan plester herbal. Peserta mendapat edukasi dasar perawatan luka dan pengenalan biomaterial, kemudian mempraktikkan pengolahan bahan, formulasi, pencetakan, hingga pengemasan produk .
Endah menekankan bahwa pengembangan wound dressing atau penutup luka merupakan salah satu bentuk penerapan ilmu Teknik Biomedis yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. “Dengan begitu, pelatihan tidak berhenti pada pemanfaatan tanaman herbal saja. Warga juga mendapatkan gambaran mengenai bagaimana bahan alam dapat dikembangkan menjadi produk berbasis biomaterial dengan memperhatikan proses pengolahannya,” katanya .
Keberlanjutan Program
Untuk mendukung keberlanjutan kegiatan, Itera menghibahkan seluruh alat dan bahan pelatihan kepada Desa Lugusari. Peralatan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan kegiatan secara mandiri setelah pelatihan berakhir .
Kepala Desa Lugusari, Adi Sutrisno, menyambut baik program ini. “Kami mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga meninggalkan alat dan bahan yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk keberlanjutan kegiatan,” ujarnya .





