Jakarta, 15 Agustus 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru korban gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Hingga pukul 11.30 WIB, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 38 orang meninggal dunia, 13 orang mengalami luka-luka, dan 2 orang masih dilaporkan tertimbun .
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube BNPB menyampaikan bahwa data tersebut merupakan laporan sementara hingga pukul 15.00 WIB. “Jadi korban terdampak yang pertama adalah korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 sore ini, terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia. Kemudian dua jiwa luka berat, 11 luka ringan, kemudian kurang lebih ada 2.000 jiwa yang melaksanakan mengungsi secara mandiri,” ujarnya .
Sementara itu, Gubernur NTT Melki Laka Lena di Maumere menyampaikan data berbeda, yakni 33 orang meninggal dunia dan 23 orang luka-luka . Perbedaan data ini disebabkan proses pendataan yang masih terus berlangsung dan melibatkan berbagai pihak di masing-masing daerah terdampak.
Sebaran Korban dan Wilayah Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara BNPB dan pemerintah daerah, korban jiwa tersebar di beberapa kabupaten, dengan rincian:
· Kabupaten Manggarai: 14 orang meninggal
· Kabupaten Manggarai Timur: 14 orang meninggal
· Kabupaten Sikka: 3 orang meninggal
· Kabupaten Nagekeo: 1 orang meninggal
· Kabupaten Manggarai Barat: 1 orang meninggal
Korban luka-luka tercatat di Kabupaten Sikka (6 orang), Ende (13 orang), dan Manggarai (4 orang) . Tim SAR Gabungan juga melaporkan adanya dua orang yang masih tertimbun dan sedang dalam proses pencarian .
Penanganan Darurat dan Evakuasi
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, Basarnas, PMI, dan potensi SAR lainnya terus melakukan operasi pencarian dan pertolongan. Sebanyak 281 personel dikerahkan ke sejumlah titik terdampak untuk mempercepat proses evakuasi dan pencarian korban yang masih tertimbun .
Pemerintah Provinsi NTT juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait penanganan warga terdampak. Sebanyak 2.000 warga dilaporkan mengungsi secara mandiri ke tempat-tempat terbuka dan wilayah perbukitan yang lebih aman .
Kerusakan Infrastruktur
Selain korban jiwa, gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur. Beberapa ruas jalan dilaporkan tertutup longsor, dan sejumlah puskesmas serta satu rumah sakit di Maumere mengalami kerusakan akibat guncangan . Data kerusakan masih terus didata dan akan dirinci lebih lanjut oleh Kementerian PUPR.
Peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan BMKG setelah gempa utama telah dinyatakan berakhir pada pukul 07.31 WIB setelah tidak terdeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan . BMKG juga mencatat beberapa kali gempa susulan, di antaranya berkekuatan magnitudo 6,2 pada pukul 05.13 WIB dan 05.28 WIB .
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, menjauhi bangunan retak atau rusak, dan mengikuti instruksi evakuasi dari petugas resmi di lapangan .





