Jakarta, 18 September 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beroperasi akan menerima insentif sebesar Rp6 juta per hari. Kebijakan ini diterapkan sebagai bentuk dukungan operasional bagi dapur yang aktif melayani penerima manfaat, namun tidak berlaku bagi dapur yang tengah menjalani sanksi suspend.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa insentif tersebut merupakan bagian dari skema pendanaan operasional yang disesuaikan dengan kapasitas produksi dan jumlah porsi yang disalurkan setiap hari. “Dapur yang beroperasi aktif dan memenuhi standar akan mendapatkan insentif Rp6 juta per hari. Ini untuk memastikan kualitas dan keberlanjutan layanan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Dapur Suspend Tidak Dapat Insentif
Dadan menegaskan bahwa dapur yang sedang dalam masa suspend karena pelanggaran SOP atau masalah keamanan pangan tidak akan menerima insentif tersebut. Kebijakan ini merupakan bagian dari penegakan disiplin dan komitmen BGN terhadap keamanan pangan.
“Kalau dapurnya di-suspend, ya otomatis tidak dapat insentif. Itu konsekuensinya. Kami tidak akan memberikan dana operasional kepada dapur yang tidak memenuhi standar,” tegasnya.
BGN mencatat hingga saat ini telah menyuspend sejumlah dapur yang terbukti melanggar aturan. Sebelumnya, BGN juga menutup permanen tujuh dapur di Jakarta yang tidak memiliki lokasi fisik atau sudah lama tidak beroperasi.
Skema Insentif dan Efisiensi Anggaran
Skema insentif Rp6 juta per hari ini menggantikan pola pembayaran sebelumnya yang didasarkan pada jumlah porsi. Dengan skema baru, BGN berharap pengelolaan dapur menjadi lebih efisien dan akuntabel.
“Kami sedang menyusun mekanisme yang lebih tertib. Insentif harian ini akan dikaitkan dengan kinerja dan kepatuhan terhadap standar higiene serta sanitasi,” jelas Dadan.
Kebijakan ini juga sejalan dengan upaya efisiensi anggaran MBG 2027 yang dipangkas Rp30 triliun dari pagu indikatif. Meski anggaran berkurang, BGN memastikan target penerima manfaat tetap terjaga.
Pengawasan dan Evaluasi
BGN akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh dapur yang beroperasi. Evaluasi dilakukan secara berkala, termasuk melalui sistem digital yang memungkinkan pemantauan real-time.
“Pengawasan bukan hanya soal uang, tetapi soal keselamatan anak-anak kita. Insentif ini hak dapur yang beroperasi benar. Kalau melanggar, ya tidak dapat,” pungkas Dadan.

















