Presiden FIFA, Gianni Infantino, kembali dilanda skandal. Investigasi The Times mengungkap bahwa ia diduga menerima pembayaran ganda yang tidak dipublikasikan, termasuk dana yang digunakan untuk membiayai gaya hidupnya yang mewah di Miami.
💰 Dituding Terima “Gaji Ganda” Miliaran
Investigasi yang dilakukan Martyn Ziegler dari The Times mengungkap bahwa Infantino menerima dua sumber pembayaran antara tahun 2024 hingga 2026 .
· Pembayaran Resmi: FIFA di Swiss mencatat gaji dan bonusnya secara terbuka dalam laporan tahunan. Pada 2024, ia tercatat menerima 4,274 juta Franc Swiss (sekitar Rp91 miliar) .
· Pembayaran Tidak Resmi: FWC2026 US Inc, perusahaan yang dibentuk untuk menyelenggarakan Piala Dunia 2026, dilaporkan membayar tambahan sebesar 1,6 juta Euro (sekitar Rp32 miliar) kepadanya pada tahun yang sama . Pembayaran ini tidak pernah diungkap oleh FIFA dalam laporan tahunannya, yang diduga melanggar statuta FIFA sendiri .
🌴 Membiayai Hidup Mewah di Miami
Dana tambahan tersebut sebagian digunakan untuk menyewa rumah mewah di kawasan Sunset Islands, Miami Beach—salah satu area paling eksklusif di Amerika Serikat. Rumah tersebut diketahui milik miliarder dan mantan CEO Google, Eric Schmidt . Laporan menyebutkan bahwa Infantino mungkin menerima jumlah yang sama atau bahkan lebih besar pada 2025 dan 2026 .
🏛️ Respons dan Tekanan Politik
FIFA secara resmi membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya mematuhi semua ketentuan pelaporan. Namun, mereka tidak memberikan penjelasan mengapa pembayaran tambahan itu tidak dicantumkan . Skandal ini memperparah tekanan terhadap Infantino yang sudah menghadapi gelombang oposisi dari sejumlah federasi besar, termasuk UEFA, CONCACAF, dan Asosiasi Sepak Bola Swiss (SFV) yang telah menarik dukungannya menjelang pemilihan presiden FIFA pada Maret 2027 .
Jakarta, 14 Oktober 2026
Redaksi




















