Pemilik Merek Miss Universe Ini Bahkan Mengklaim Sebagai “Orang Yang Paling Sukses Yang Pernah Mencalonkan Diri Sebagai Presiden!”
Donald Trump, konglomerat dan pembawa acara tersohor serta pemilik merek Miss Universe, pada hari Selasa kemarin, 16 Juni 2015, bertempat di Menara Trump, New York, Trump secara resmi mengumumkan maju sebagai Capres AS (Calon Presiden Amerika Serikat) dalam pemilu 2016. Langkah tersebut akhirnya dia realisasikan setelah beberapa kali sempat mundur.
Seperti yang dilansir kantor berita Reuters, Selasa, 16 Juni 2015, Trump memilih kendaraan politik dengan masuk ke dalam Partai Republik. Pengumuman dirinya maju sebagai capres hanya berselang satu hari dari deklarasi adik mantan Presiden George Bush, Jeb Bush pada hari Senin kemarin.
Trump membuat pengumuman di Trump Tower, Fifth Avenue di New York, Amerika Serikat. Dia meletakkan slogan kampanyenya yang berbunyi, “Make America Great Again”. Trump menobatkan dirinya sebagai “orang yang paling sukses yang pernah mencalonkan diri sebagai presiden, sejauh ini”. Trump bahkan menunjukkan kekayaan berupa kepemilikan toko Gucci yang diucapkannya bernilai lebih dari Romney. Ia bahkan juga mengatakan bahwa hanya orang seperti dirinya yang dapat mengembalikan keunggulan ekonomi Amerika.
Namun Trump tampaknya tak berusaha dan tak bisa jauh-jauh dari gaya hidup mewahnya sehari-hari. Sebaliknya, dia akan memamerkan kekayaan dan kesuksesan dalam bisnis sebagai pusat platform pencalonan presidennya. Ia menggunakan kekayaan dan ketenarannya sebagai kualifikasi utama untuk bisa masuk menjadi nominasi presiden partai Republik. Bakal calon presiden yang juga seorang bintang reality show ini mengungkapkan aset keuangannya. Menurut Washington Post, kekayaan bersihnya diperkirakan senilai US$9 miliar, setelah sebelumnya senilai US$4 miliar.
Komentar Pedas Trump
Namun, belum lagi resmi menjadi capres yang mewakili Republik, Trump sudah melontarkan komentar pedas terhadap beberapa orang. Mulai dari soal imigran asal Meksiko, sekutu AS, Arab Saudi, hingga kandidat capres lainnya, Jeb Bush. Maka, banyak yang memprediksi Trump tidak memiliki peluang untuk memenangkan nominasi presiden.
Walaupun begitu Trump berjanji akan menjadi Presiden terbaik yang pernah ada. “Saya akan menjadikan posisi Presiden sebagai pekerjaan terbaik yang pernah diciptakan oleh Tuhan,” kata dia.
Sementara itu, terkait dengan imigran asal Meksiko, miliuner itu beranggapan, para imigran itu mengotori AS dengan masalah mereka. “Mereka membawa masuk narkoba, tindak kejahatan. Mereka pemerkosa dan beberapa memang saya anggap merupakan orang baik. Tetapi, saya berbicara dengan penjaga perbatasan dan itulah yang mereka sampaikan kepada kami,” papar Trump.
Trump juga menyerang Jeb yang mendukung inisiatif pendidikan dengan standar biasa untuk membuat patokan standar pendidikan tingkat nasional. “Jeb benar-benar mendukung standar pendidikan biasa. Saya tak melihat bagaimana mungkin dia bisa meraih nominasi (calon Presiden AS). Dia lemah dalam hal imigrasi dan dia mendukung standar pendidikan biasa. Bagaimana mungkin Anda memberikan suara untuk orang ini?,” kata Trump.
Selain itu Trump juga mengomentari relasi Amerika Serikat dengan Tiongkok. “Negara kita berada dalam masalah serius. Kita tidak punya kemenangan lagi. Kapan terakhir kali orang melihat kita mengalahkan, sebutlah, China dalam kesepakatan dagang?” ujarnya. “Mereka membunuh kita. Saya selalu mengalahkan China,” tegasnya.
Tetapi, Trump membantah telah mengkritik Pemerintah Tiongkok. Dia mengaku tak pernah menyebut Tiongkok bodoh. “Hei, saya tak mengatakan mereka bodoh. Saya menyukai Tiongkok. Saya baru saja menjual sebuah apartemen senilai US$15 juta ke seseorang yang berasal Tiongkok,” kata dia.
Kecilnya Peluang Trump
Tetapi banyak yang memprediksi, kecil kemungkinan Trump akan memenangkan nominasi calon presiden dari Partai Republik. Bahkan, banyak yang tidak bisa membayangkan jika nantinya Trump melangkahkan kaki ke Gedung Putih pada tahun 2016 mendatang.
“David Trump merupakan pesohor yang hebat dan raja real estate, tetapi ide-idenya sebagai presiden nanti tidak akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi,” ujar Presiden Klub Pertumbuhan, sebuah kelompok konservatif yang membantu pemerintah di daerah, David McIntosh.
Tantangan terbesar dan pertama Trump usai mengumumkan maju sebagai capres adalah masuk ke dalam bursa debat yang digelar oleh Fox News pada Agustus mendatang. Di dalam debat itu hanya 10 kandidat top dari Partai Republik sesuai dengan survei nasional yang diundang.
Sementara itu, menurut survei, posisi Trump masih berada di urutan ke-12. Satu tingkat lebih baik dibandingkan mantan Gubernur New York, George Pataki. Menurut survei yang digelar oleh Ipsos/Reuters, Jeb Bush yang diprediksi akan memimpin survei. Bahkan, dalam survei lainnya, Trump malah meraih rating negatif. Lebih dari 50 persen warga Amerika mengatakan tak akan mempertimbangkan untuk memilih Trump. (Syaifulloh Amir / DZ)






