Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Dana Aspirasi Muslihat DPR Meraup Uang Rakyat

by Redaksi
Juni 18, 2015
in HUKUM
Reading Time: 2min read
dana aspirasi muslihat DPR

AKSI TOLAK DANA ASPIRASI

0
SHARES
114
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Adanya usulan dana aspirasi DPR sebesar Rp 20 miliar per anggota setiap tahun patut dicurigai. Diindikasi dana tersebut akan dijadikan anggota Dewan untuk mengembalikan modal saat kampanye Pemilihan Legislatif 2014.

Indonesia Corruption Watch (ICW) bersama Koalisi Masyarakat Menolak Dana Aspirasi menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI,Jakarta, Kamis (18/6/2015). Mereka meminta DPR untuk membatalkan dan menghentikan pembahasan usulan dana aspirasi yang di anggap dana aspirasi muslihat DPR.

Demonstran yang menggelar aksi, mereka menampilkan cara anggota dewan menilap dana aspirasi yang seharusnya digunakan untuk pembangunan. Aksi mereka dimulai dengan membentangkan poster di depan gerbang Gedung DPR, Tertulis pada poster itu, ‘Dana Aspirasi Persubur Korupsi’, Dana Aspirasi Pembangunan Semakin Timpang’, dan ‘Dana Aspirasi Anggaran Tidak Efektif Pemborosan Anggaran’. Tak lupa, setiap poster mereka mencantumkan tanda pagar (hastag) #tolakdanaaspirasi sebagai bentuk kampanye melalui sosial media.

Aksi juga menampilkan teatrikal saat anggota dewan mendatangi konstituen dan menjanjikan akan membangun daerah mereka dengan dana aspirasi yang didapat. Sebelum meninggalkan konstituen, anggota dewan memberikan sejumlah uang sebagai bukti perhatian terhadap warga.

Tak lama kemudian, tim sukses yang dicurigai juga sebagai broker datang kepada warga dengan membawa uang yang lebih banyak. Broker ini lalu menyerahkan uang itu dan mengklaim dari sang anggota dewan.

Demo Serukan Penolakan

Syamsudin Agung Halimsyah selaku kordinator aksi mengatakan, aksi ini merupakan lanjutan dari rentetan aksi penolakan terhadap dana aspirasi. Dia menilai, dana aspirasi muslihat DPR sehingga sampai saat ini tidak ada argumentasi mendasar dana aspirasi itu harus dicairkan.

“Dengan adanya dana aspirasi, anggota dewan menabrak konstitusi. Mereka yang seharusnya membahas, malah mengurusi hal kecil berkedok pembangunan daerah,” kata Syamsudin di lokasi.

Mereka memperjelas, tidak ada rumusan yang jelas dalam menentukan besaran dana aspirasi yang diterima anggota dewan. Setiap anggota dewan menerima Rp 20 miliar, padahal jumlah suara, kebutuhan daerah, dan jumlah anggota dewan di setiap daerah berbeda.

“Dari mana angka itu. DPR beralasan untuk mendorong keseimbangan pembangunan daerah. Ini dari mana? Sebut saja Papua Barat, dia hanya 4 orang anggota dewan. Bandingkan dengan Jawa Barat sekitar 50-an orang,” lanjut dia.

Bukan hanya itu, pembangunan menggunakan dana aspirasi disinyalir tidak terintegrasi dengan desain pembangunan yang sudah dibuat setiap pemerintah daerah. Anggota dewan pasti hanya memikirkan dapilnya saja tanpa memperhatikan desain pembangunan yang sudah dibuat.

“Misalnya saya dari dapil Jakarta Utara. Di sana saja yang saya beton. Sementara ada anggota lain di Jakarta Selatan, dia pasti akan fokus di sana. Ini jadi tidak terintegrasi.”

Para massa aksi membawa 5 tuntutan dalam demo kali ini. Tuntutan itu, yakni DPR harus membatalkan dan menghentikan pembahasan usulan dana aspirasi, pemerintah dalam hal ini Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan harus menolak usulan dana aspirasi DPR.

(Baca : Politisi PAN: Awalnya Semua Partai Setuju Adanya Dana Aspirasi DPR )

Tags: Dana AspirasiDPRRakyat
Previous Post

Merasa Paling Sukses, Donald Trump Deklarasikan Diri Jadi Capres AS

Next Post

ISIS Serang Kelompok Syiah Al-Houthi

Related Posts

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit
HUKUM

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

April 27, 2026
BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes
HUKUM

BPK Temukan 4 Masalah di Program Cek Kesehatan Gratis Kemenkes

April 24, 2026
KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan
HUKUM

KPK Sebut Banyak Koruptor Titip Uang Korupsi ke Wanita Simpanan

April 24, 2026
Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif
HUKUM

Jaksa Periksa 15 Saksi di Kasus Korupsi Ketua Ombudsman Non Aktif

April 24, 2026
Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Tambang Batu Bara Kalteng
HUKUM

Jaksa Tetapkan 3 Tersangka Baru Korupsi Tambang Batu Bara Kalteng

April 24, 2026
Semudah Beli Pulsa: Gebrakan Kakorlantas Polri Jadikan BayarPajak Kendaraan Tanpa Ribet
HUKUM

Semudah Beli Pulsa: Gebrakan Kakorlantas Polri Jadikan BayarPajak Kendaraan Tanpa Ribet

April 24, 2026

TERKINI

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

TERPOPULER

Kasus Dugaan Korupsi BURT DPRK Bintuni Masuk Tahap Penyelidikan

Sikat Sarang Narkoba! Bareskrim Apresiasi Langkah Tegas Pemprov Jakarta Cabut Izin White Rabbit

Simak Bukti Kebijakan di Balik Swasembada & Kesejahteraan Petani

Waspada Penawaran Haji Tanpa Antre Ilegal, Jangan Tergiur

Alasan Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan El Rumi & Syifa Hadju

Kalender Ekonomi: Inflasi Meningkat, Pertumbuhan Melambat

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved