Indonesia Visioner
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS
No Result
View All Result
Indonesia Visioner
No Result
View All Result

Fachrianto Hanief; Pamekasan Menuju 2018

by Aulia Rachman Siregar
Agustus 3, 2017
in Daerah, HUKUM, Nasional, Opini, profil Tokoh
Reading Time: 2min read
Fachrianto Hanief; Pamekasan Menuju 2018
0
SHARES
350
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) dan penetapan tersangka Bupati Kabupaten Pamekasan, yaitu Achmad Syafi’i dan sejumlah pihak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2 Agustus 2017, menjadi pukulan bagi warga salah satu kabupaten yang terletak di Pulau Madura, Jawa Timur ini.

Achmad Syafi’i merupakan Bupati Kabupaten Pamekasan pada periode 2003-2008 yang kemudian kembali menjabat pada periode 2013-2018. Saat ini sebenarnya merupakan detik-detik terakhir jabatan sebagai Bupati Pamekasan diemban oleh Politisi Partai Demokrat ini, mengingat tahun depan sudah 2018 dan sudah 2 periode dijabatnya sebagai Bupati Pamekasan, sehingga tidak dapat lagi mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan. Namun, ternyata bukan hanya sedikit prestasi yang diwariskan oleh Bupati ini, termasuk perilaku memalukan yang mencoreng nama Kabupaten Pamekasan khususnya pemerintahan yang dipimpinnya. Walaupun masih ada asas presumption of innocent (praduga tidak bersalah), tetapi dalam sejarahnya OTT yang dilakukan oleh KPK selalu berakhir pada vonis bersalah.

Hal ini dapat dijadikan bahan renungan dan evaluasi oleh masyarakat Kabupaten Pamekasan menuju tahun 2018, mengingat di tahun tersebut masyarakat Pamekasan akan memilih pemimpin atau kepala daerah yang baru. Tiga kabupaten di Pulau Madura, Jawa Timur akan menggelar pemilihan kepada daerah (Pilkada) serentak pada 27 Juni 2018, yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Pamekasan. Sejumlah bakal calon bupati dan calon wakil bupati saat ini sudah bermunculan memperkenalkan diri kepada publik dengan memasang baliho dan spanduk di sejumlah titik di Kabupaten Pamekasan.

Yang menarik munculnya kembali nama KH. Kholilurrahman dalam sejumlah survei soal Pilkada Pamekasan. Bahkan, di salah satu lembaga survei yaitu Lembaga Survei Independen Nusantara (LSIN) Jakarta yang dilakukan pada 7-19 Juni 2017, menunjukan bahwa KH. Kholilurrahman mendapat tingkat elektabilitas dan tingkat kesukaan tertinggi mengalahkan nama lain yang muncul sebagai calon Bupati Pamekasan pada Pilkada 2018.

KH. Kholilurrahman saat ini merupakan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan pernah menjabat sebagai Bupati Pamekasan pada periode 2008-2013. Melihat track record-nya ketika menjabat sebagai Bupati Pamekasan sebenarnya tidak ada yang begitu membanggakan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi menjelang akhir jabatannya tahun 2012 sebesar 6,32% dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur sebesar 7,27%, pada tahun itu juga Kabupaten Pamekasan masuk kategori daerah tertinggal bersama 4 kabupaten lain di Jawa Timur. Terlebih lagi ada beberapa kasus korupsi yang melibatkan beberapa instansi di Pemerintah Kabupaten Pamekasan ketika KH. Kholilurrahman memimpin, seperti korupsi pengadaan buku di Dinas Pendidikan Pamekasan tahun 2008, korupsi pengadaan lahan TPA pada tahun 2011, belum lagi kasus dugaan korupsi bantuan penanggulangan bencana daerah dari Pemerintah ke Pemkab Pamekasan sebesar 4 milyar rupiah pada tahun 2010 yang sampai saat ini perlu diawasi perkembangannya.

Artinya, masyarakat Pamekasan butuh lebih selektif dalam memilih pemimpin di masa mendatang, yang tidak hanya bermodal populer dan disukai tetapi juga harus berintegritas dan memiliki intelektualitas yang tinggi. Mungkin masyarakat Pamekasan perlu mendorong munculnya pemimpin muda untuk diberikan kesempatan menjadi pemimpin di daerahnya, melihat fenomena banyak munculnya pemimpin muda berhasil memimpin daerah-daerah di Indonesia, sebagai contoh Bima Arya (Walikota Bogor), Emil Dardak (Bupati Trenggalek), Ridwan Kamil (Walikota Bandung), dan masih banyak lagi contoh kepala daerah muda yang sukses memimpin daerahnya. Apabila hal tersebut dapat terealisasi bukan tidak mungkin akan muncul pemimpin muda yang sukses lahir dari Kabupaten Pamekasan untuk kemudian dapat memimpin di tingkat nasional.

Fachrianto Hanief, S.H.
Praktisi Hukum lahir di Kabupaten Pamekasan
Mahasiswa Magister Hukum Universitas Airlangga.

Previous Post

Warga Pulomas Keluhkan Akses Jalan ditutup Anggota DPR RI Dari Partai Penguasa

Next Post

IBADAH HAJI SEBAGAI MEDIUM MENUJU MANUSIA SEJATI

Related Posts

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital
Nasional

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

Juli 4, 2026
Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing
Nasional

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Juli 4, 2026
JAN Apresiasi Polda Jatim dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja Vape, Selamatkan 10 Juta Jiwa
HUKUM

JAN Apresiasi Polda Jatim dan BNN Gagalkan 3,37 Ton Ganja Vape, Selamatkan 10 Juta Jiwa

Juli 4, 2026
JAN: HUT ke-80 Jadi Momentum Evaluasi, Kapolri Ajak Publik Beri Masukan
HUKUM

JAN: HUT ke-80 Jadi Momentum Evaluasi, Kapolri Ajak Publik Beri Masukan

Juni 29, 2026
Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”
HUKUM

Usia Kapolri 60 Tahun, JAN: “Keputusan DPR Sudah Tepat, Publik Tak Perlu Resah”

Juni 9, 2026
Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor
Daerah

Pilrek UHO Diikuti 11 Akademisi, LHK Minta Kemendiktisaintek Evaluasi Plt Rektor

Juni 6, 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERKINI

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

TERPOPULER

Cegah Hoaks dan Kerusuhan, Dukung Deteksi Dini Digital

DPR soroti implementasi kebijakan komisi delapan persen ojol

BMKG: Waspada hujan ringan guyur sebagian besar wilayah RI pada Sabtu

Menhut klarifikasi isu keterlibatan dalam OTT KPK Bupati Kuansing

Geliat Ekonomi Menjelang Awal Masuk Sekolah

Penampakan CNG Merah Putih 3 Kg, Lebih Besar dari Gas Melon?

  • About
  • Redaksi
  • Marketing & Advertising
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Email
  • Login
No Result
View All Result
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • POLHUM
  • EKONOMI
  • VIDEO
  • ENTERTAINMENT
  • LUAR NEGERI
  • LIPUTAN DISKUSI
  • LIFESTYLE
  • RESENSI
  • SPORT
  • OPINI
  • INDEKS

Indonesia Visioner - All Rights Reserved