Jakarta, 16 Agustus 2026 – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sekitar 2.000 warga di Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan evakuasi mandiri menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8/2026) pagi . Sebagian dari mereka kini telah mulai berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing .
Gempa utama berpusat di laut pada koordinat 8,41 Lintang Selatan dan 121,39 Bujur Timur dengan kedalaman 15 kilometer, sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo . Guncangan kuat dirasakan selama kurang lebih satu menit di sejumlah wilayah, termasuk Nagekeo, Sikka, Manggarai Barat, dan bahkan hingga Kota Bima serta beberapa wilayah di Sulawesi Selatan .
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa pengungsi terbanyak berada di Nagekeo dan Kupang . “Ada 2.000 jiwa evakuasi mandiri, kami kira yang banyak di Nagekeo dan Kupang. Sebagian telah kembali ke rumah,” ujarnya dalam dialog bersama RRI Pro3, Sabtu (15/8/2026) .
Meski ada yang mulai kembali, Berton meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi gempa susulan . Ia khususnya mengimbau anak-anak, ibu hamil, dan lansia untuk mencari lokasi yang aman .
Hingga data terakhir pada Sabtu siang, BNPB mencatat 14 orang meninggal dunia akibat gempa tersebut . Korban meninggal tersebar di Kabupaten Sikka (3 orang), Kabupaten Manggarai (6 orang), dan Kabupaten Manggarai Timur (5 orang) . Selain itu, dua orang dilaporkan mengalami luka berat dan 11 orang luka ringan .
Gempa juga menyebabkan kerusakan signifikan pada bangunan. Pendataan sementara mencatat 54 rumah rusak berat, 9 rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan . Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Manggarai dengan 29 rumah rusak berat, diikuti Manggarai Timur dengan 23 rumah rusak berat . Selain rumah tinggal, lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, dan enam kantor pemerintahan juga dilaporkan rusak .
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi telah melaporkan kejadian ini kepada Presiden Prabowo Subianto dan menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang terjadi . Pemerintah pusat memastikan proses pendataan dan penanganan darurat terus dilakukan oleh BNPB bersama BPBD dan instansi terkait .





